Muharram

Posted: November 23, 2012 in Tak Berkategori

Muharram, adalah bulan sejuta kejadian. Padanya, terdapat berbagai misteri Illahi terungkap dan tersingkap. Mulai dari zaman nabi-nabi: surutnya banjir Nuh, dikeluarkannya nabi Yunus dari perut ikan Nun, bertemunya Adam dengan Hawa di Jabal Rahmah, nabi Muhammad dengan selamat hijrah ke Madinah, dan seabrek peristiwa yang menunjukkan keistimewaan karunia-karunia Allah di bulan Muharram.

Muharram, merupakan bulan sejuta misteri. Orang jawa menyebutnya Sura. Dianggap memiliki nilai mistis yang tinggi. Karena di malam pertama masuknya Sura, para dukun-dukun melakukan berbagai ritual guna ngumbah keris, atau dengan maksud menyegarkan aura pusakanya masing-masing.

Muharram, awal masa lembaran baru dibuka. Catatan-catatan amal resmi direkap di akhir bulan sebelumnya. Merupakan saat-saat di mana seorang hamba berintrospeksi dan merehabilitasi track record apa yang telah diperbuatnya. Sebab, ketika melintasi Muharram, tuntutan untuk memperbaiki diri adalah sebuah keniscayaan. Kita harus mampu menguak potret amal di masa yang telah lewat untuk kemudian dikoreksi dan diperbaiki. Tanpa harus menceritakan kepada khalayak ramai tentang apa saja yang telah kita perbuat. Karena taubat (ketika dosanya adalah murni haqqullah), bukanlah kepada manusia, tetapi curhat dan meminta ampun kepada-Nya. Kepada Dia, yang memiliki Muharram sepenuhnya.

Muharram, bulan seribu cerita. Sebagian ulama merepresentasikannya dengan berpuasa sunnah sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasul saw. Minimal, sehari saja, terutama di tanggal 10. Karena sebagian ahli ma’rifat mengatakan: bahwa di tanggal 10 Muharram terdapat berjuta rahasia yang sebahagiannya dapat direngkuh dengan puasa.

Muharram, darinya kita belajar. Memaknai sejarah hidup umat-umat terdahulu yang pada bulan itu Allah menampakkan secuil kuasa-Nya yang tak terpermanai. Untuk memberitahu manusia, agar meninggalkan keangkuhan, karena keangkuhan hanyalah milik Tuhan; agar mereka meninggalkan kesombongan, karena kesombongan hanya layak disematkan pada Tuhan. Kita, tidak berhak mengklaim ini-itu adalah milik kita, usaha kita dan jerih payah kita. Sebab semua adalah dari-Nya.

Dan mari, di Muharram ini kita buka lembaran baru hidup kita dengan ukiran-ukiran indah di dalamnya.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s