Secuil Refleksi Ramadan

Posted: Juli 21, 2013 in Agama, Refleksi

“Ramadan bulan suci katamu, kau menirukan ucapan Nabi atau kau telah merasakan sendiri kesuciannya melalui kesucianmu.” Gus Mus, dalam sajak Nasihat Ramadan.

GambarIni adalah Ramadan. Bulan penuh berkah dan ampunan. Di bulan ini, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, sedangkan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Setan dibelenggu. Dan manusia, dituntut menahan nafsu.

Tak ada yang lebih indah dibanding bulan Ramadan; bulan yang di dalamnya terdapat 1000 keajaiban; bulan yang di dalamnya terdapat 1000 keberkahan; bulan yang di dalamnya terdapat malam, yang lebih mulia dari 1000 bulan.

Alangkah dahsyatnya Ramadan, hingga junjungan kita Rasulullah SAW menyabdakan: andaikata umatku tahu apa yang ada di dalam Ramadan, niscaya mereka akan berharap bahwa (bulan-bulan) sepanjang tahun adalah Ramadan. Sayangnya, kita terlampau awam untuk menyelami keindahan Ramadan. Kita terlampau ‘buta’ untuk melihat keluarbiasaan yang terkandung dalam Ramadan. Sehingga, kita hanya merasa ‘biasa’ dengan datangnya Ramadan. Terlampau apatis. Atau jangan-jangan kita termasuk bagian orang yang tak menggubris. Entahlah.

Padahal telah dikatakan: barangsiapa yang bahagia dengan datangnya Ramadan, niscaya jasadnya diharamkan terkena api neraka. Lalu apa yang dimaksud dengan ‘bahagia’ itu? Yakni, bahagia yang sebenar-benarnya bahagia. Bahagia yang tak hanya sekedar bahagia belaka. Tapi, sejatinya adalah ‘bahagia’ yang diikuti dengan tindak lanjut kesungguhan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas beribadah kepada-Nya. ‘Kebahagiaan’ yang membawa seseorang mengecup manisnya Ramadan, dengan mengurangi kesenangan-kesenangan sesaat dan melatih diri dengan berpuasa di siang hari.

Maka dari itu, alangkah bahagianya mereka kelak, yakni orang-orang yang mempersembahkan totalitas ibadah ketika Ramadan. Karena pahala dan ganjaran yang dilipatgandakan. Dan alangkah meruginya mereka kelak, yakni orang-orang yang melewatkan Ramadan seperti halnya bulan-bulan yang lain. Seakan tak ada yang istimewa di bulan Ramadan.

Padahal Ramadan adalah bulan yang menakjubkan. Bulan tempat kita bermeditasi: puasa, tarawih, tadarrus, i’tikaf, dan seabrek ibadah yang lainnya, baik yang badaniah maupun maliah. Sebab, Allah sendiri nanti yang akan melipatgandakannya, dan memasukkannya dalam deposit tabungan kita kelak di akhirat.

Oleh karenanya, selagi umur masih dikandung badan, mari kita tunjukkan ‘kebahagiaan’ kita terhadap Ramadan dengan beribadah sebaik-baiknya, agar kesucian Ramadan dapat kita rengkuh atas keridhoan Tuhan. Amin.

Selamat berlomba, beribadah di bulan Ramadan!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s