Milikilah cita-cita setinggi langit, dan tulislah! (2)

Posted: September 26, 2013 in Motivasi
Tag:, ,

Gambar… mendapatkan info, dari salah satu dosen dan guru saya, bahwa terdapat pembukaan beasiswa S2 dan S3 dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) pada bulan April. Maka, saya tidak menyia-nyiakannya. Saya pahami betul prosedur dan segala persyaratannya, mulai dari mengumpulkan berkas, membuat 3 essay, dan membuat surat pernyataan. Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 1 bulan semua persyaratan telah terkumpulkan semua. Dan tibalah waktu untuk menyetorkannya secara online (sewaktu submit semua berkas administrasi adalah bulan Mei).

1 bulan kemudian, pengumuman peserta yang lolos adminstrasi pun keluar. Hati saya pun menjadi dag-dig-dug dibuatnya. Sembari melafalkan segenap doa di depan monitor komputer warnet, dan…eng…ing…eng…nama-nama calon penerima beasiswa LPDP yang lolos tahap berkas pun bermunculan. Dan ternyata…nama saya tidak ada di dalamnya! Oh my God, What are my faults? Oh Tuhanku, apa salah hamba-Mu ini? Seketika, tubuh lemas lunglai, tidak percaya dan tetap tidak percaya. Scroll mouse pun saya naik-turunkan berkali-kali barangkali nama saya ‘ketelisut’ atau terselip di page lain. Tapi, tetap saja. Tidak ada yang berubah.

Hufht…dengan segenap kekecewaan dan penuh tanda tanya (apa yang membuat berkas saya tidak lolos?). Saya pun kembali ke kos untuk meregangkan otot-otot yang kaku karena shock tadi. Dalam hati saya berkata, “mungkin belum waktunya. Ya, sudahlah.”

Sempat putus asa dan down. Tapi, saya teringat firman Allah yang berbunyi: Janganlah putus asa dari rahmat Allah… Saya pun terhentak, tidak ingin larut pada kekalutan. Sebab, saya terus-menerus meyakinkan diri saya sendiri bahwa ‘kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda’. Toh, LPDP masih membuka pendaftaran untuk beberapa gelombang lagi.

Saya pun teringat dengan kisah yang pernah disampaikan Mr. Yusuf tentang mimpi; teringat pula dengan Danang ‘si pembuat jejak’; juga teringat akan ‘perintah’ om Ippho Santosa, yang kesemuanya menyuruh saya untuk: Menulis Mimpi!

Ya, mimpi! Dengan segenap keyakinan dan kepasrahan kepada Allah SWT, saya pun mulai menulis mimpi-mimpi saya dalam secarik kertas.

Jpeg

Di situ tertulis:

1. Dapat beasiswa LPDP atau yang lainnya untuk lanjut S2 (Juli-Agustus)

2. Kuliah S2 tanpa membebani orangtua alias biaya sendiri (Juli 2013-Juli 2015)

(Maaf, untuk selebihnya saya sensor karena biar saya sama Allah saja yang tahu :D)

***

Selanjutnya, pendaftaran LPDP telah dibuka lagi pada bulan setelahnya, Juni. Saya pun tak ingin ketinggalan untuk menyetorkan semua berkas saya yang sebelumnya telah saya teliti ulang dan saya perbaiki.

Satu bulan kemudian, ternyata Allah mengabulkan doa-doa saya, terutama kedua orangtua saya. Alhamdulillah, puji Tuhan, nama saya termasuk dalam kategori calon penerima beasiswa yang telah lolos tahap berkas, dan diundang untuk seleksi wawancara di Yogyakarta pada tanggal 29-30 Juli 2013. Ini penampakannya 😀 :

Hasil seleksi administrasi dan undangan interview

Wah, di satu sisi saya begitu senangnya, tapi di satu sisi juga agak bingung. Sebab, tanggal 29-30 Juli itu masih bulan Ramadhan. Ya Allah, berat juga tantangan ini karena posisi saya sedang berada di Jakarta.

Akan tetapi, saya memutuskan tetap berangkat, dengan segenap keyakinan dan berbekal doa dari kedua orangtua, saudara, sanak famili, dan handai taulan, serta berharap berkah Ramadhan, tak lupa doa segenap teman-teman yang selama perjalanan Jakarta-Yogya senantiasa saya ganggu dengan sms ‘memohon doa restu’.

Saya yakin doa mereka semua tulus. Terbukti, ketika sesi wawancara, (dengan izin Allah) saya merasa cukup bisa untuk menjawab semua pertanyaan dari para interviewer yang telah bergelar doktor (Dr.) dan profesor (Prof.): menjawab dengan tenang dan menjaga sikap, karena salah satu dari tiga penguji adalah psikolog.

Di ruangan interview, saya dihujani ‘beribu’ pertanyaan dari berbagai penjuru. Terkadang, belum selesai saya berargumen, para penguji sudah memotong, saya jawab lagi, dibantah lagi, saya membela lagi, mengelak lagi, ditanya lagi, dijawab lagi… begitu seterusnya dan pertanyaan-pertanyaan itu menghujam saya seorang diri secara bertubi-tubi. Tegang, gugup, asik, seru, dan mengalir seiring waktu. Sampai pada akhirnya salah seorang penguji berkata, “Okay, cukup.” 30 menit sudah saya di-interview. Fiyuuuh…lega, plong rasanya. Alhamdulillah, semua lancar. Tinggal perbanyak doa dan tawakkal.

***

Dan 1 bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 20 Agustus 2013. Pengumuman hasil wawancara pun keluar di website LPDP. Setelah ku buka, “masya Allah, puji Tuhan, Alhamdulillah…” Tanpa sadar, saya pun telah bersimpuh dan bersujud untuk mensyukuri nikmat dan anugerah Allah yang besar ini: bahwa aku LULUS seleksi wawancara LPDP! 😀

Hasil yang lulus seleksi wawancara

Ya Allah, ternyata benar. Kekuatan mimpi itu benar-benar terwujud! Tulisan di secarik kertas itu kini tinggallah coretan, karena setelah lolos tahap wawancara ini adalah agenda untuk mengikuti Pelatihan dan Pengayaan LPDP (pada tanggal 2-12 Oktober 2013 di Bogor) beserta penandatanganan kontrak beasiswa.

Alhamdulillah. Allah memang Maha Segala. Benar yang dikatakan oleh mas Danang ‘si pembuat jejak’ bahwa, sebaik apapun rencana kita, masih lebih baik rencana Allah untuk kita. Sebagaimana yang saya alami ketika gagal tahap seleksi berkas yang pertama. Di situ saya tidak menyerah, dan dengan segenap tekad, kembali menyetorkan berkas pada tahap berikutnya. Dan ternyata Allah mengabulkannya. Mungkin, pada saat kegagalan tahap yang pertama, Allah hendak menguji saya: apakah saya bisa bangkit lagi dari keterpurukan atau malah terjerembab dalam kubangan kepasrahan dan menyerah.

Coba bayangkan, setelah kegagalan tahap pertama itu, saya menulis mimpi saya yang pertama, yakni: Dapat beasiswa LPDP atau yang lainnya untuk lanjut S2 (Juli-Agustus), ternyata Allah mengabulkannya dengan membuat skenario-skenario indah di dalam menggapainya. Pada bulan Juli, saya mengalami: pengumuman lolos administrasi (23) -> undangan wawancara (25) -> interview di Yogyakarta (29-30). Di bulan berikutnya, Agustus (20), Allah mentakdirkan pengumuman lulus wawancara LPDP yang berarti tingal selangkah lagi saya dapat meraih beasiswa Magister (S2) dalam negeri.

Saya, benar-benar mengalami guncangan kegembiraan yang luar biasa. Mimpi itu, perlahan menjadi nyata. Dan menuntun saya untuk menggapai mimpi-mimpi yang selanjutnya.

Kini, saatnya Anda menuliskan semuanya. Karena mimpi-mimpi itu adalah doa, dan suatu saat akan menjadi nyata. Trust me, it works!!!

Sekian. 🙂 (*)

 

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S Ar-Rahman: 13)

Iklan
Komentar
  1. omar berkata:

    saat mas mendaftarkan kembali berkas mas di LPDP, apakah mas membuat akun baru di LPDP ataukah mas menggunakan akun lama?

    • aeymanusia berkata:

      Saya menggunakan akun lama mas Omar, saya buka akun lama lalu saya klik ‘batalkan pendaftaran’… setelah itu sya perbaiki berkas dan saya upload n submit lagi…

      Btw mas Omar sudh smpai tahap mana nich? 🙂

      • omar berkata:

        baru sampai administrasi. tapi kmren dapat pemberitahuan kalo saya “Tidak Lolos Seleksi Administratif”. Nah, itu rencananya mau membenahi berkas lagi. terima kasih infonya 🙂

      • aeymanusia berkata:

        Sip…mantab. Semangat yah, keep fighting! 😀

  2. Khairul berkata:

    Mas, saya mau tanya informasi dan pengalaman selama proses dapatkan beasiswa, cara submit yg benar dan apa sebab kegagalan mas saat mendaftar pertama, dsbg. Mohon kesediaannya utk kirim kontak atau pin bbm ke email saya. aqu_nianz@yahoo.com. Atas bantuanya saya ucapkan terima kasih.

  3. rizkiya berkata:

    Mas, wkt mas mendaftar kembali, surat rekomendasinya menggunakan surat rekomendasi yg lama atau bkn yg baru? Makasi sblmnya.

  4. Ida berkata:

    Salam kenal. Nama saya ida salah satu pelamar beasiswa lpdp. Saya mau nanya,kalau akun kita sudah diproses di status akun kita tertulis apa yah?. Soalnya status akun saya sampai saat ini masih “formulir pendaftaran sudah dikirimkan” saya takutnya itu berarti aplikasi saya belum diproses, sedangkan pengumuman seleksi admin itu hari senin depan.
    Terima kasih

    • aeymanusia berkata:

      Iya salam juga mbak Ida,
      Kalo udh keluar tulisan “terkirim” itu berarti dokumen mbak sudh masuk k server LPDP kok, jd tenang aja. Pasti d proses.
      Tinggal perbanyak doa… Hehehe..

      Good luck yah! Moga lulus dokumennya 😀

    • anggia berkata:

      Mbak Ida,
      saya pengen tanya ttg status di akun LPDP mbak. yg waktu itu statusnya “formulir pendaftaran sudah dikirimkan” skrg apakah kalo cek di akun web lpdp statusnya sdh berubah jadi “lulus” atau “tidak lulus” apapun hasilnya kemarin? thankyou 🙂

  5. Murdiono berkata:

    Ass, Mas omar mhon bantuan info pendaftaran beasiswa lpdp untuk 2014 nee,,,bulan apa biasanya? mhn konfirmasinya mas

    • aeymanusia berkata:

      Sudah ada di Booklet LPDP mas, bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Usahakan berkas sudah selesai dan di bisa disubmit 1 bulan sebelumnya (Feb, Mei, Agustus, Nov).

      Moga sukses 😉

  6. fatia berkata:

    mas, boleh tau pertanyaan pertanyaan apa yang ditanya saat wawancara? terima kasih sebelumnya 😀

    • aeymanusia berkata:

      Hehehe, kalo secara detail gak mungkin saya floorkan di sini, saya kasih poin2 pentingnya aja yah.
      – alasan mengambil jurusan yg anda pilih
      – kontribusi ke depan utk Indonesia
      – pengalaman berorganisasi atau bekerja
      – wawasan kebangsaan
      – pengalaman kepemimpinan
      – spesifikasi bidang yg anda ambil

      Tapi, kemungkinan tiap2 calon mendapat pertanyaan yg jauh berbeda sangat besar sekali. Karena pengujinya juga beda2 tiap periode. Makanya, saya hanya share dari apa yg saya alami. Ada juga lho yg gak lulus wawancara gara2 gak hapal Pancasila.

      Tips dari saya: 1) tetap tenang dan jangan gugup ketika ditanya, 2) jangan katakan yg tidak sebenarnya, 3) keluarkan semua potensi dan yakinkan penguji bahwa anda layak mendapat beasiswa ini, 4) perbanyak doa terutama minta doa dari orangtua dan guru2 kita.

      Semoga membantu. Good luck! 😀

  7. nisa berkata:

    assalamualaikum,
    mas terimakasih telah berbagi pengalamannya. saya juga rencana apply lpdp untuk bulan desember. oyah mas, untuk toefl itu harus ITP ya mas?tidak bisa kalau cm toefl prediction sperti ptesol?trms mas infonya 🙂

    • aeymanusia berkata:

      Waalaikum salam, mbak nisa.
      Setau saya harus ITP mbak, tapi kalo mbak sudah punya prediction dicoba aja gak apa2, siapa tau tembus.
      Good luck yah! 😀

  8. Lia berkata:

    mas.. dulu itu kesalahan berkasnya salah dibagian apanya nih? trs untuk essay nya sebaiknya ditulis seberapa banyak
    .. mohon infonya bs dikirim ke achmalia.ach@gmail.com. trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s