Road to LPDP Batch 6

Posted: Oktober 1, 2013 in LPDP, Short Story
Tag:, , ,

Gambar30 September 2013

Hari ini, adalah jadwalku untuk segera bertolak dari Yogyakarta ke Jakarta. Pasalnya, aku harus menghadiri Program Kepemimpinan ke-6 yang diadakan LPDP sebagai salah satu tahap seleksi beasiswa. Jadi, sebenarnya status kami semua (peserta program kepemimpinan ini) adalah masih CALON Penerima Beasiswa LPDP. Dan program ini adalah tahap akhir seleksi. Jika kami lolos, maka penandatanganan kontrak sudah di pelupuk mata.

‘30 September 2013’ adalah tanggal yang tercantum dalam tiket kepulanganku via Kereta Api. Ya, hari ini aku harus segera pulang menuju rumah (Jakarta) untuk mempersiapkan kekurangan perlengkapan untuk Program Kepemimpinan 6 di Desa Gumati Sentul Bogor.

Setibanya di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, aku segara memasuki kereta yang akan berangkat on time pada 15.30 WIB. Kereta pun berangkat dengan angkuhnya. Kereta kelas ekonomi ini juga telah berbenah. Termasuk dalam hal sirkulasi udara yang kini telah menggunakan Air Conditioner (AC). Lama-kelamaan, (karena kondisi dingin di dalam gerbong) perutku terasa lapar. Terhentak tangan reflek ke saku celana: Oh my God, uangku tinggal 3000 perak o_0’…kriuuuk…kriuuuuk… Perutku pun bernyanyi. Uang 3000 rupiah di dalam kereta, tak berarti apa-apa. Jangankan untuk membeli nasi, membeli air mineral saja kurang (sepertinya saya memang layak untuk menerima beasiswa: membeli nasi saja tidak mampu, heuheuheu). Ya Tuhan… ampuni hamba-Mu ini yang selalu mengeluh.

Penumpang lain pun dengan asyiknya, makan dengan bekal mereka sendiri-sendiri. Walau tak jarang juga yang membeli di dalam gerbong. Hadeeeuuuhhh… semakin liat orang lain makan, semakin bernyanyi perut ini. Akhirnya, ku putuskan untuk tidur di sepanjang perjalanan 500 Km menuju Jakarta. Lapar dan lelah… hmmm… tak apa lah.

Sesampainya di rumah, perutku pun aman dari ancaman sakit maag karena telah terpenuhi dengan ribuan butiran nasi. Haha… Alhamdulillah.

01 Oktober 2013

Sesuai dengan janji sebelumnya: saya ikut rombongan mas Chris Harito untuk nebeng di mobilnya menuju wisma Gumati di Sentul (lumayan, dapet gratisan :D). Kita janjian bertemu di lobi Hotel Grand Sahid Jakarta. Ok, aku pun meluncur via Busway atau bahasa inggrisnya, Transjakarta.

Sesampai di hotel Sahid, aku pun mencoba bersantai di trotoar depan hotel Sahid sembari menyempatkan diri mampir ke penjual asongan untuk sekedar berbagi rejeki dengan membeli dagangannya (haus juga pemirsa). Sambil menunggu teman-teman lain yang ikutan nebeng juga ke mobilnya mas Chris yang baik hati itu.

Setelah kami semua bertemu di lobi, ternyata masih ada 1 teman lagi yang belum datang. Setelah ditunggu, dia pun datang dan memperkenalkan namanya dengan inisial Y. Tanpa basa-basi, kami pun langsung diajak menuju ruang prasmanan milik Kemkominfo. Sejenak kami shock dan bingung, tapi ternyata akhirnya jelas, bahwa si mas Y ini merupakan salah satu Kasi di Kemkominfo. Walhasil, bisa ditebak sendiri. Kami makan siang ala jamuan Pak Menteri 😀 (waaah, rejeki darimana lagi ini?)

Alhamdulillah… setelah perut terisi dengan rapi dan menunaikan tugas shalat duhur, kami pun langsung capcus menuju Gumati. Horeee…

Sesampainya di wisma Gumati, kami pun langsung dijamu makan siang (mantab… makan lagi) dan digiring ke kamar masing-masing. 1 kamar untuk 3 orang.

Jam 4 sore, semua sudah kumpul di aula. Untuk hari pertama ini, kami semua peserta Program Kepemimpinan Batch 6 ini diberi pengarahan tentang prosedur dan peraturan selama PK6 yang memakan 10-11 hari, termasuk hiking ke gunung Salak dan kunjungan di mess AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) di Halim Perdanakusuma.

Pengarahan

Batch 6

Acara berlangsung lancar dan khidmat, termasuk prosesi pemilihan Ketua angkatan 6 ini dan peroses pembuatan yel-yel serta ikrar PK6 yang memakan waktu hingga jam setengah 11 malam. Lumayan larut juga. Tapi, alhamdulillah… karena rangkaian acara berjalan enjoy dan kekeluargaan, semua tugas yang dibebankan oleh pihak LPDP, Ketua Kelompok dan Ketua Angkatan tidak terasa menjadi beban. Justru kami merasa ini sebagai ajang untuk saling belajar: untuk belajar menjadi pemimpin bangsa ini (dengan status atau bidang apapun yang kami kuasai).

Karena kami datang ke LPDP ini, bukan semata untuk mengais biaya beasiswa, tapi kami juga diamanatkan untuk mewarnai dan mengabdikan diri untuk bangsa ini: bangsa Indonesia bumi pertiwi.

Sudah dulu kiranya posting hari ini. Selamat malam. Good Night. See U tomorrow. 🙂

Iklan
Komentar
  1. tajuddin berkata:

    salam.mas apakah selama kita mengikuti program LPDP ini kita diperkenankan berkomunikasi dengan keluarga via hp?salam

    • aeymanusia berkata:

      Tetap boleh kok mas… program LPDP itu disiplin, tapi fleksibel… 🙂

      • Auliya berkata:

        Salam. Saya calon penerima beasiswa ini, dan Insya Allah akan mengikuti PK bulan Januari. Saya tinggal di Makassar. Apakah biaya ke Jakartanya ditanggung pihak LPDP atau biaya sendiri? Terimakasih 🙂

      • aeymanusia berkata:

        Salam juga, mbak Auliya di Makassar.
        Untuk biaya ke Jakarta ditanggung sendiri mbak. 🙂
        Btw selamat yah, sudah tahap PK. Berarti tinggal selangkah lagi (insya Allah) mendapat beasiswa LPDP juga. Semangat!
        😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s