Hari Ke-1 Program Kepemimpinan LPDP 6: What, Why and How to LPDP!

Posted: Oktober 13, 2013 in LPDP, Short Story
Tag:, , ,

Hari Pertama LPDPHari pertama dalam Program Pengayaan/Kepemimpinan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Keuangan) batch 6 ini, kami diperkenankan untuk dipertemukan dan disambut oleh orang-orang hebat, yang membuka dan memberi sambutan, serta memberi kami motivasi dan arahan, sebagai ‘agent of change’ juga sebagai calon pemimpin-pemimpin bangsa ini kelak (amin).

Sebelumnya, kami telah dihibur dan diajak merenung oleh Komunitas Taman Suropati Chamber (KTSC)  yang dibentuk pada Mei 2007 oleh Ages Dwiharso, yang membawa kami ‘berkeliling’ Indonesia melalui alunan lagu daerah dari Sabang sampai Merauke. Tercatat, lagu Bungong Jeumpa (Aceh), Kambanglah Bunga (Minang), Cublak-Cublak Suweng (Jawa tengah), Gundul-Gundul Pacul (Jawa Tengah), Suwe Ora Jamu (Jawa Tengah), Hela Rotane (Maluku), Ampar-ampar Pisang (Kalimantan), dan lagu Tanah Airku sebagi penutup yang (menurut opini penulis) membuat merinding dengan alunan biola ‘magis’ milik KTSC.

KTSC

Selanjutnya, kami pun diberikan materi dan pengenalan oleh Bapak Eko Prasetyo, Bapak M. Mahdum, dan Bapak Abd. Kahar, yang kesemuanya menjabat sebagai jajaran Direksi Utama (Dirut) LPDP, tentang What, Why, How to LPDP.

Quote pertama yang terlontar oleh Bapak eko Prasetyo adalah: penting untuk peningkatan sumber daya manusia Indonesia melalui beasiswa pendidikan. Beliau pun menjelaskan secara rinci tentang visi, misi, tujuan dan harapan LPDP terhadap calon generasi pemimpin bangsa untuk melanjtkan pendidikan setinggi-tingginya dengan dana abadi yang telah dikelola oleh LPDP.

“Kini” lanjut Pak Eko, “jati diri bangsa tengah diuji. Dan LPDP melihat potensi generasi muda ini sebagai harapan untuk memberikan kontribusi bagi bangsa ini.”

Bapak Eko Prasetyo (Dirut LPDP)

LPDP lahir dan diasuh oleh 3 lembaga Kementrian: Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama. Akan tetapi, yang menjadi leader di dalam mengurus dan ‘mengasuh’ LPDP adalah Kementrian Keuangan.

LPDP yang baru seumur jagung ini pun berani mematok (pada 2013) untuk memberangkatkan 1455 orang untuk melanjutkan studi magister dan doktor baik di dalam maupun di luar negeri.

Padahal, LPDP belumlah lama di dalam menegmban amanat berat ini. Terhitung sejak tahun 2009, di mana Menteri Keuangan pada saat itu (Sri Mulyani) berinisiatif agar anggaran dana 20% dari APBN untuk pendidikan itu tidak hanya habis untuk biaya pembelanjaan pendidikan. Sebab, tidak akan ada timbal balik apapun secara komersil bagi pemerintah, sehingga akan lebih manfaat jika dari anggaran itu disisihkan untuk dijadikan ‘dana pokok’ atau modal yang tidak boleh diutak-atik.

Setelah disetujui oleh DPR, dana sebesar 1 triliun dititipkan pada ‘BLU’ untuk dikelola. Dan dana itu harus diputar atau diinvestasiskan agar bereproduksi secara jangka panjang.

Pada tahun 2010, sayangnya BLU secara resmi belum bisa dibentuk. Pada 2011 pun ketika dana abadi telah mencapai 2,6 Triliun, BLU belum juga bisa dibentuk. Akan tetapi, setelah melalui proses panjang, pada Januari 2012 LPDP resmi lahir, tapi… belum diberi mandat untuk menjalankan dan me-manage dana itu karena LPDP perlu membangun sistem, standar, rekrutmen, dan membangun jaringan yang benar-benar solid untuk mengemban amanat besar ini.

Akhirnya, pada Februari 2013, LPDP mendapat izin dari pemerintah untuk mulai mengemban amanat itu. Maretnya, mulailah sosialisasi dan pembukaan pendaftaran, yang hingga saat ini sudah sekitar 17.000 pendaftar dan menghasilkan 1104 pelamar yang dinyatakan lulus dari tahapan-tahapan seleksi yang diadakan oleh LPDP. Yang sebagiannya sudah menjalani studinya baik di dalam-maupun di luar negeri.

Suasana di Hall of Bumi Gumati

Penekanan values pada beasiswa LPDP ini, tidaklah sekedar hanya memberikan beasiswa, akan tetapi selain pada knowledge, LPDP juga ingin bahwa calon pemimpin bangsa ini memiliki skill, dan attitude. Sebab, beasiswa ini dimaksudkan untuk mencetak SDM-SDM handal yang siap mengemban tampuk kepemimpinan bangsa ini untuk menuju Indonesia yang lebih baik, dengan segenap integritas, nasionalisme, wawasan global, dan etika yang mencerminkan manusia berkualitas dari LPDP. (*)

“Bukan nama dan gelar besar yang diharapkan dari kalian, melainkan kontribusi nyata kepada masyarakat.” Eko Prasetyo, Dirut LPDP, kepada calon penerima beasiswa LPDP.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s