Hari Ke-1 Program Kepemimpinan LPDP 6: Transformasi Generasi Muda

Posted: Oktober 13, 2013 in LPDP, Short Story, Teknologi
Tag:, , ,

Dr. Nurul Taufiqu RahmanUntuk materi sesi kedua ini, diisi oleh Bapak Profesor Doktor M. Nurul Taufiqu Rahman.* Kami dibekali tentang bagaimana menjadi generasi muda ‘petarung’ yang siap berkompetisi dengan siapapun. Karena, sebagaimana kita ketahui ketika globalisasi sudah menembus sekat ruang dan batas dalam kehidupan manusia, persaingan tidak lagi hanya antara diri kita dan dan orang-orang negeri kita sendiri. Akan tetapi, mau tidak mau dengan segenap keniscayaan, kita juga harus memiliki kesiapan mental untuk bersaing dengan orang di luar negeri yang kita tinggali ini.

Desa global membuat semuanya menjadi satu. Membuat dunia ini tidak lagi terkotak-kotakkan oleh identitas-identitas varian yang bermacam-macam. Semua berbaur menjadi satu kesatuan yang melebur dalam diri: globalisasi.

Bapak Nurul adalah salah satu pelopor yang mengusung Nano Technology. Apa itu teknologi Nano? Nano Technology merupakan terobosan yang sebenarnya tidaklah baru. Ia merupakan konsep lama yang kemudian dikembangkan sebagai salah satu bentuk inovasi. Nano Technology adalah satu sistem teknologi yang menghasilkan produk-produk yang sangat bermanfaat dari bahan-bahan mentah yang oleh sebagian besar orang dianggap tidak (atau belum mengetahui) manfaatnya.

Bapak Nurul

Kuliah selama 14 tahun di Jepang, tak lantas membuat nasionalisme Pak Nurul hilang. Justru beliau semakin rindu dan cinta akan tanah air yang melahirkannya. Selain lamanya menempuh pendidikan dan riset di Jepang, beliau juga telah berhasil membuat belasan hak paten yang telah dipatenkan oleh negara-negara maju seperti Jepang, Amerika, Jerman dan lain sebagainya dari produk-produk yang berhasil beliau kembangkan dengan Nano Technology.

Akan tetapi, sebagai ilmuan dan profesor yang telah lama dan telah banyak memberikan terobosan baru yang bermanfaat, Pak Nurul merasa bahwa “Seorang profesor harus diajari bisnis agar para penguasa teknologi (baca; ilmuwan) mampu memasarkan produk mereka dengan baik” kata beliau. Sebab, pengalaman yang beliau rasakan adalah sulitnya me-manage bisnis dari korporasi produk-produk yang dihasilkannya karena kurang memiliki pengetahuan untuk mengambil langkah tepat di dalam berbisnis. Akhirnya, beliau pun mensiasatinya untuk mengambil kuliah pascasarjana lagi untuk jurusan Manajemen Bisnis.

Padahal, jika dicermati, produk-produk hasil Nano Technology ini tidak kalah dan bahkan melebihi kualitas dari produk-produk produsen luar negeri, juga dengan ongkos bahan mentah dan ongkos produksi yang lebih terjangkau sebab menggunakan bahan-bahan mentah, yang murni dari hasil kekayaan alam Indonesia.

Beliau juga mengungkapkan, bahwa para pemenang nobel yang berasal dari seluruh penjuru dunia pernah mengungkapkan bahwa: yang kita ketahui dari seluruh alam semesta ini barulah 5%, selebihnya kita belum mampu mengetahuinya. Beliau juga menyampaikan tentang prediksi Eropa terhadap Indonesia yang nantinya pada tahun 2050 akan menjadi salah satu dari 7 negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Hal ini bisa kita lihat di saat (ini) negara-negara berkembang seperti Indonesia terus-menerus meningkat taraf ekonominya setiap tahunnya, pada saat yang bersamaan negara-negara barat seperti benua Eropa dan Amerika, tengah dilanda krisis ekonomi. Dan lagi, karena Indonesia juga dibekali oleh sumber daya alam yang melimpah ruah. Oleh karenanya, para pemuda Indonesia harus optimis untuk terus berkompetisi membangun negeri.

Pemaparan Materi

Para pemuda Indonesia haruslah menjadi pemuda yang tangguh dan kuat. Tak ada salahnya jika saat ini kita bisa belajar kepada etos kerja dan kehidupan orang-orang di negara lain yang sudah maju. Seperti halnya etos hidup orang Jepang yang: selalu (berusaha) bersikap benar, bertanggung jawab, berani, berjiwa kesatria, murah hati, santun, hormat, tulus mencintai, sungguh-sungguh, menjaga martabat dan kehormatan, serta loyal untuk mengabdi. Karena kita tahu, Jepang menguasai dunia dengan segala gemerlap teknologinya yang menakjubkan itu.

Ambil contoh lain, Jerman misalnya, berisi orang-orang yang telah terbangun sikap rasional, disiplin, kerja keras, orientasi sukses material, tidak mengumbar kesenangan, hemat dan rajin menabung sebagai investasi.

Oleh karenanya, kita sebagai pemuda Indonesia, kiranya bisa mencontoh etos kehidupan orang-orang di negara-negara maju. Sebab, mereka maju bukan tanpa dasar. Mereka maju karena manusia-manusianya memiliki etos kerja keras dan disiplin. Indonesia harus banyak belajar, agar ke depannya Indonesia bisa menjadi negara sebagaimana telah diprediksikan, bahwa: Indonesia akan menjadi salah satu dari tujuh negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Amin.

“Sekolah adalah rahmat, amanah, panggilan, ajang aktualisasi diri, ibadah, seni, kehormatan dan juga pelayanan yang kemudian harus diberikan kepada masyarakat luas.” Prof. M. Nurul Taufiqurrahman.

* Pendiri Nano Center Indonesia dan Ketua Masyarakat Nano Indonesia. Bertempat di Serpong, bisa dihubungi di nurul@nano.or.id / 081381913415

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s