Hari Ke-2 Program Kepemimpinan LPDP 6: Company Visit ke Bank Tabungan Negara (BTN)

Posted: Oktober 14, 2013 in LPDP, Short Story
Tag:, ,

BTNSetelah beranjak dari bedah film di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (PSJ-UI) bersama Donny Alamsyah, kami pun melanjutkan perjalanan kunjungan ke salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Bank Tabungan Negara (BTN) yang terletak di Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta.

Di sana kami disambut dengan ramah oleh jajaran staf dan direksi BTN. Kami pun langsung disuguhi makan siang sebelum melakukan shalat dzhuhur dan kemudian memulai pertemuan dan materi di salah satu ruang pertemuan BTN.

Makan siang

Setelah makan siang dan shalat dzhuhur rampung, kami langsung digiring ke ruangan agar acara segera dimulai. Sambutan pertama, disampaikan oleh salah satu direktur BTN, yakni Bapak Mansur S Nasution. Beliau memaparkan sekilas tentang BTN dan persaingan perbankan di Indonesia, di mana BTN yang memiliki market share sebesar 26,5% bersaing dengan 120-an bank yang ada di Indonesia.

BTN memiliki aset dana sebesar 82 triliun hingga saat ini, mencakup: giro, tabungan dan deposito. Akan tetapi, BTN memiliki concern khusus dengan membidik investasi properti. Sehingga, kini aset BTN telah mencapai 118 triliun yang kemudian membuat BTN menjadi salah satu dari 10 besar (top ten) dari seluruh bank yang beroperasi di Indonesia.

Bapak Mansur S Nasution

Sambutan kedua, disampaikan oleh Bapak Eko Prasetyo selaku Direktur Utama (Dirut) LPDP. Dalam sambutannya, Bapak Eko menginginkan bahwa kami (para calon penerima beasiswa LPDP) bisa mempelajari pola organisasi dan sistem yang diterapkan oleh BTN, guna sebagai bekal untuk kapabilitas mengatur sebuah organisasi atau lembaga apapun. Sebab, sampai saat ini, BTN masih eksis dan menjadi salah satu perbankan besar di tanah air dengan sejarah panjang.

“Kuncinya adalah integritas (integrity)” sahut Pak Eko. Sebab, “Saat ini integritas sangatlah mahal. Tidak ada artinya jika berangkat kuliah jauh di sana dan hanya mendapatkan knowledge (pengetahuan), karena peran seorang leader (pemimpin) adalah dari integrity-nya” tutup beliau disambung dengan tepuk tangan riuh para hadirin.

Eko Prasetyo

Kemudian acara disambung dengan penyerahan cinderamata oleh LPDP kepada pihak BTN sebagai partner kerjasama.

MC pun menutup sesi pembukaan dan melanjutkannya dengan sesi materi yang akan disampaikan oleh Bapak Irman Alvian Zahirudin sebagai salah satu direktur di BTN.

Bapak Irman, sebagai salah seorang yang kenyang pengalaman belajar dan mengisi beberapa acara di luar negeri, dengan senang hati berkenan berbagi pengalaman dan memberi beberapa tips kepada kami.

IMG_2615

Menurut beliau, seseorang harus memiliki target atau sasaran dalam hidupnya. Sebab, “If (someone) doesn’t have any prospect or target, it’s so wrong.” Oleh karenanya, kita harus bisa memetakan tujuan dan sasaran-sasaran dalam hidup, agar langkah-langkah yang diambil memiliki acuan dan target yang jelas.

“The best thing is execute, even if you just have one strategy.” Menurut beliau juga, hal yang terbaik didalam melakukan sesuatu adalah ‘eksekusi’-nya. Karena, walaupun kita hanya memiliki satu strategi yang matang dan kita mengeksekusinya, maka kita akan bisa melihat kekurangan dan kelebihan dari strategi kita. Dan selanjutnya kita bisa mengevaluasinya dengan menambah strategi dan perbaikan di sisi yang lain.

Sebaliknya, jika kita memiliki banyak strategi akan tetapi tidak pernah mau untuk mengeksekusinya, maka tidak akan ada perubahan yang terjadi. Dan kita hanya akan stuck atau berhenti di tempat.

Bapak Irman

Dalam hal berbisnis, terkait dengan partner, rekan, atau bahkan klien kita nanti, Bapak Irman berpesan bahwa kita harus mementingkan kepuasan customer di atas segalanya. “If you don’t take care your customer, you’re another person.” Menurut beliau, kita adalah ‘orang lain’ jika kita tidak melayani pelanggan sebaik-baiknya, maka layanilah pelanggganmu sebaik-baiknya agar hubungan antara kamu dengan pelanggan adalah seperti keluarga.

Kita juga harus mempelajari struktur deviasi dalam organisasi jika kita memegang tampuk jabatan di organisasi itu.

Deviasi

Dalam teori deviasi itu, ada 10% orang (A) yang senantiasa berkenan dan setuju dengan perubahan yang kita ajukan. Sedangkan 40% pertama (B), juga berkenan adanya perubahan dalam organisasi akan tetapi melihat sebab-musababnya terlebih dahulu karena mereka ingin realistis. Untuk 40% kedua (C), juga berkenan adanya perubahan dalam organisasi akan tetapi mereka mengajukan beberapa penawaran yang nantinya bisa menguntungkan mereka. terakhir 10% (D), adalah sekelompok orang yang lumayan sulit untuk diajak menuju perubahan yang lebih baik. Dengan teori ini, sebagai organisatoris kita harus paham bahwa perubahan yang kita canangkan tidak serta-merta didukung oleh semua pihak dalam oraganisasi. Sebab, sedikit banyak pasti ada segolongan orang yang setuju dengan syarat, atau bahkan tidak setuju sama sekali dengan perubahan yang kita lakukan. Hal ini kita pahami, agar ketika kelak menjadi pemimpin lembaga ataupun organisasi, kita bisa mengkomunikasikannya dengan baik kepada orang-orang yang terlibat dalam organisasi atau lembaga itu.

Sebagai manusia, jelaslah bahwa tidak ada manusia sempurna. Akan tetapi, ketika kita menjadi seorang pemimpin, kita harus fokus pada kekuatan yang ada pada diri kita, jangan terpuruk dengan segala kekurangan kita. “Concentrate your strength, forget your weakness!” imbuh beliau. Hal ini dimaksudkan, agar kita percaya diri dengan apa yang kita lakukan sesuai dengan prinsip kebenaran yang kita yakini.

Beliau juga berpesan, bahwa kita harus mengoptimalisasi apa yang menjadi kekuatan dan kelebihan kita, agar setiap yang kita lakukan menjadi bernilai dan bermakna.

Setelah materi selesai, kami pun diajak ‘jalan-jalan’ ke berbagai penjuru di Menara BTN ini, termasuk ke ruang sistem informasi dan server, serta bank data milik BTN. Di situ, kami diterangkan banyak hal tentang keunggulan BTN dari bank-bank lain terutama dari sisi keamanan data dan antisipasi server dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal gempa bumi dan banjir.

Ruang Server BTN

Setelah selesai, kami pun shalat magrib berjamaah di lantai bawah untuk selanjutnya pulang kembali ke Gumati di Sentul, Bogor.

Depan BTN

Fiyuuuh, hari yang melelahkan. Tapi, alhamdulillah dapat ilmu, wawasan, dan tak lupa dapat cinderamata :D.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s