Hari Ke-3 Program Kepemimpinan LPDP 6: Survey Lokasi SCC (Social Creative Competition)

Posted: Oktober 22, 2013 in Kepemimpinan, LPDP, Pendidikan, Short Story
Tag:, , , ,

IMG_1723Masuk hari ketiga: Jum’at, 4 Oktober 2013. Setelah sehari sebelumnya mendapat banyak wawasan dan materi di luar Gumati (Bedah Film ‘Merah Putih’ di PSJ-UI & Visitation ke BTN), maka hari ini adalah agenda untuk kami (semua peserta program kepemimpinan LPDP batch 6) untuk menjawab tantangan panitia, yakni SCC atau kepanjangan dari Social Creative Competition.

Apa itu SCC? SCC, merupakan kompetisi untuk kami para peserta, untuk saling berlomba membuat suatu gerakan, tindakan, atau apapun itu yang mengandung 3 poin penting: originalitas, kreativitas, dan memiliki manfaat keberlanjutan.

Oh iya, perlu saya sampaikan juga (yang seharusnya saya sampaikan dalam postingan sebelum postingan hari pertama Program Kepemimpinan, tapi tak apa lah :D), bahwa tema besar Program Kepemimpinan LPDP 6 ini adalah ‘Kerajaan Majapahit’. Seluruh dari total 89 peserta yang hadir dibagi menjadi 10 kelompok, yang penamaannya terserah kelompok masing-masing. Ada Gundul Pacul, Honai, Rujak Cingur, Mollucas, Kujang, Laskar Andalas, Puputan, Khatulistiwa, Nusa Tenggara, dan terakhir (kelompok saya) Hasanuddin.

Kelompok-kelompok itu disebut ‘Bhayangkara’; Semua peserta bergelar ‘Ksatria’; Satu orang yang dipilih secara aklamasi menjadi ketua angkatan disebut ‘Patih’; Ketua dari setiap kelompok dinamai ‘Senopati’ (Setiap hari, ketua dari setiap kelompok harus berganti agar semua merasakan rasanya memimpin dan dipimpin); dan satu orang dari panitia yang bertindak sebagai penanggungjawab bergelar ‘Maha Patih’. Masing-masing dari kelompok harus menampilkan dan bersaing menjadi yang terbaik setiap harinya untuk mengumpulkan ‘Kunci Palapa’ sebanyak-banyaknya yang akan dibagikan panitia 1 hari @1x kepada setiap Bhayangkara yang berhasil menunaikan ‘misi’-nya. Kunci Palapa itu berupa puzzle kepingan-kepingan bagian dari nusantara. How interesting it is!

***

Kelompok Hasanuddin ini terdiri dari orang-orang hebat dan unik ini (piiiissss ^^v): Fikri (yang sosialis), Bang Thahar (Sang Pengayom), Mbak Uci (Si Bunda yang Tidak Sombong), Mbak Lastri (yang low profile) , Gaby (Sang BuMil), Shanti (Si Gadis jogja), Sukardi (yang murah senyum), Firman (si karang yang berapi-api), dan saya sendiri :).

Kelompok Hasanuddin (- Gaby)

Semua kelompok bersaing secara sehat untuk menampilkan yang terbaik dalam SCC ini. Dan pada hari ini (4 Oktober), kami hanya ditugaskan panitia untuk survey ke lokasi di mana kami ingin berkontribusi. Panitia tidak membatasi apa, bagaimana, kapan dan di mana kami harus melakukan SCC. Pokoknya, berada di sekitar wisma Gumati, dan nantinya pada tanggal 10 Oktober depan, kami sudah harus melakukan eksekusi dan program yang tiap kelompok canangkan, untuk kemudian mempresentasikannya di forum untuk dinilai oleh semua kelompok yang lain.

Untuk kelompok Hasanuddin sendiri, kami membidik sekolah sebagai objek SCC kami. Target dan sasaran yang kami canangkan adalah: peningkatan kualitas guru sekolah dengan cara sosialisasi banyaknya peluang beasiswa bagi guru-guru guna meningkatkan kualitas tenaga pengajar yang ada.  Sebab, guru sebagai ujung tombak pendidikan harus ditingkatkan kualitasnya agar kualitas murid yang dihasilkan juga bisa lebih baik. Sifatnya pun akan lebih tahan lama, karena seorang guru saja bisa melahirkan berjuta generasi emas. Sehingga, inilah yang menjadi kesepakatan kelompok kami yang kemudian program ini kami namakan: Teacher Empowerment.

Kami pun meluncur ke TKP menuju sekolahan terdekat. Setelah ditunjukkan arah oleh pihak sekuriti wisma Gumati, kami akhirnya beranjak menuju SMPN 1 Sukaraja yang lokasinya hanya sekitar + 100 meter dari wisma.

IMG_1715

Di sana, kami mencoba berkenalan ke Kepala Sekolah untuk kemudian berdiskusi. Alhamdulillah, kami disambut ramah. Lalu, kami mencoba menggali data dan profil tentang sekolah tersebut. Setelah kurang lebih 1 jam berdiskusi dengan kepala sekolah. Kami pun mendapati beberapa fakta sebagai berikut: 1) Kesadaran para orangtua dan murid tentang pentingnya pendidikan di daerah Sukaraja masih lemah; 2) Tidak jarang guru SMPN 1 Sukaraja mengalah untuk menjemput murid mereka ke rumahnya dan memberikan uang saku kepada si murid agar mau berangkat sekolah; 3) Guru-guru masih banyak yang belum tahu tentang informasi banyaknya peluang pelatihan dan beasiswa studi lanjut bagi tenaga pengajar.

IMG_1716

Dari fakta-fakta itu, kami pun semakin mantap untuk melakukan program Teacher Empowerment. Akhirnya, kami membuat kesepakatan dengan kepala sekolah bahwa pada tanggal 10 Oktober depan, kami melakukan sosialisasi tentang beasiswa-beasiswa untuk para tenaga pengajar yang tempatnya di ruang serbaguna SMPN 1 Sukaraja.

Setelah mendapatkan kesepakatan kami pun beranjak pulang dengan hati riang :D. (*)

IMG_1728

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s