Hari Ke-5 Program Kepemimpinan LPDP 6: Turun Gunung Menuju TNI AU

Posted: November 11, 2013 in Kepemimpinan, LPDP, Short Story
Tag:, , ,

BarakLelah mendaki gunung, malamnya kami full istirahat di tenda. Di satu sisi, karena sudah kelelahan, dan di sisi yang lain hujan turun di sepanjang malam. Lelah karena pendakian, dingin hawa pegunungan, dan hawa basah karena hujan membuat kami merasa bahwa tidur adalah keniscayaan.

Esok, hari ke-5 (Minggu, 6 Oktober 2013) merupakan awal agenda berat yang harus kami jalani. Faktor fisik akan menjadi penentu, karena kami akan dilatih di markas TNI. Tepatnya, di Lanud Halim Perdanakusuma Markas TNI AU di Jakarta.

Pagi, 6 Oktober

Kami bergegas sarapan dan merapikan barang-barang. Baju-baju dan sepatu yang basah sewaktu turun dari kawah kemarin, tidak bisa kering walau sudah dibuatkan jemuran, karena sepanjang malam hujan turun tak tertahankan. Otomatis, pakaian dan sepatu-sepatu kami yang basah harus kami bawa sepanjang perjalanan ke TNI AU. Miris. Dari gunung, kami tidak mampir ke wisma Gumati. Kami akan langsung diantar menuju mess TNI.

Sembari menunggu truk datang, mari berfoto dahulu. Aha! narsis juga :D.

Futo dulu

Sesampainya di markas TNI AU Halim Perdanakusuma, kami langsung diarahkan untuk menaruh barang di tenda. Tidak boleh berlama-lama, sebab upacara penerimaan peserta akan segera dilaksanakan. Dan waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Sengat matahari membakar kulit kami. Jujur, panas sekali di siang itu. Seperti ikan pindang dijemur dan diasinkan. Hadeeeuuuh…keringat pun bercucuran, menetes bagai gerimis mengundang. Basahlah seluruh badan.

Tenda barang

(Kembali ke persoalan). Dari waktu yang telah dijadwalkan, kami telat 1 jam. Pihak TNI AU sebenarnya sudah menerima jadwal dari panitia bahwa upacara bisa dimulai pada jam 10 pagi. Tapi rencana tetaplah rencana. Kondisi jalanan yang macet membuat 5 truk TNI yang menjemput dan mengantar kami datang agak terlambat. Konsekuensinya, kami upacara di bawah terik matahari. Itu pun masih diisi dengan gladi kotor dan gladi bersih. Setelah tiga kali berlatih, akhirnya upacara penerimaan dan penyambutan oleh pihak TNI AU dilaksanakan. Khidmat dan hangat dengan panas matahari yang menyengat. Ah… panasnyo.

Upacara

Panas

Kurang lebih setengah jam kami upacara. Jam sudah menunjukkan 12.30 WIB, kami langsung digiring menuju Ruang Serbaguna untuk mendapat materi pertama. Dan snack siang yang kami tunggu-tunggu sudah tersedia di sana. Huuuft… ternyata haus sekali pemirsa :D.

Setelah sampai di Ruang Serbaguna, kami di beri pengarahan sedikit. Yang intinya, selama tiga hari dua malam di TNI AU ini, kami akan menjalani pelatihan-pelatihan fisik dan pendidikan tentang nasionalisme dan kepemimpinan. Kami akan tidur di barak; pemberlakuan jam malam (tepat pada 22.00 WIB semua wajib istirahat); lari pagi; apel pagi dan malam, yang kesemuanya di bawah komando bapak-bapak TNI. Fisik, mental dan kedisiplinan harus benar-benar disiapkan, karena jika ada pelanggaran sedikit saja yang kami lakukan, maka push up dan jalan jongkok (sebagai hukuman) telah menanti. Fiyuuuh

Pengarahan

Pengarahan selesai, kami pun dipersilahkan makan snack dan di beri waktu untuk shalat dzuhur selama 10 menit, tidak lebih. Karena kami di sini diajari untuk rapi dan disiplin ala TNI, maka untuk shalat pun kami harus berangkat bersama dan berbaris. Melepas sepatu di depan masjid pun harus sesuai dengan barisan. Hehehe… ini sesuatu yang baru bagi kami. Dan ‘disiplin’, menjadi kuncinya.

Sepatu

Di sini, kami tidak boleh banyak mengeluh. Bersiap-siap untuk melatih diri: rohani dan jasmani ala TNI.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s