Hari ke-5 Program Kepemimpinan LPDP 6: Pengenalan Operasi Udara

Posted: November 13, 2013 in Indonesia, Kepemimpinan, LPDP, Short Story
Tag:, , ,

IMG_3125Kami rehat sejenak (break) setelah materi pertama yang disampaikan oleh Bapak Aqua Dwipayana selesai. Snack pun lagi-lagi menjadi sasaran empuk kami. Hahaha… 😀

Setelah ini adalah materi kedua yang akan diisi oleh Bapak Letkol ‘White Lion’ Sumaryana, S.E. Saya kurang paham juga kenapa beliau menambah julukan pada namanya sebagai ‘White Lion’, sebab beliau juga tidak menjelaskannya kepada kami sewaktu mengisi materi. Hmmm… akan tetapi, tafsiran sementara saya begini: White Lion jika diartikan harfiah, maka berarti ‘Singa Putih’. Jike ditelisik dari sifat dan karakteristiknya, singa merupakan hewan pemberani dan garang. Sehingga, ia dijuluki raja hutan. Mengapa putih? Sifat dasar putih adalah bersih, suci dan lain sebagainya. Sehingga jika diterjemahkan bebas, White Lion bisa diartikan: sosok yang gagah berani dan memiliki sifat bersih dan suci. Waow… it’s so cool! 😀

***

Materi ini, sebenarnya juga bukan merupakan passion saya dan sebagian rekan-rekan peserta Program Kepemimpinan LPDP 6 yang hadir pada waktu itu (Walaupun ada beberapa rekan yang menggeluti tentang topik materi ini sebagai bidang keilmuannya). Sehingga, dalam catatan pribadi saya, saya hanya mencatat sedikit sekali tentang materi ini. Jadi kepada para pembaca posting dan blog ini saya mohon maaf sekali jika banyak kekurangan dalam penulisan, baik isi maupun dari sisi teknis penulisannya. Yah, namanya juga masih belajar. Hehehe… ^^v. Tapi tenang saja, karena dalam sebagian isinya, saya ambil dari situs resmi TNI AU yang ada di sini.

So, let’s get the ball rolling!

***

Ada doktrin yang menjadi prinsip TNI Angkatan Udara: Sesuatu yang benar yang tidak kita pahami (secara benar) maka akan menjadi sebuah kesalahan.

IMG_3126

Dalam kaitannya garis komando pada Angkatan TNI, Presiden RI menjadi pimpinan komando paling atas (terutama dalam kondisi perang), setelah itu di bawahnya ada Panglima TNI yang kemudian mengkomandoi panglima-panglima di bawahnya, seperti Pangsudgab (Panglima Operasi Udara Gabungan).

Pesawat TNI AU

Pada dasarnya, tugas TNI AU adalah sebagai berikut:

1. Dalam menjamin kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, TNI Angkatan Udara bertugas :

– Melaksanakan tugas TNI matra udara di bidang pertahanan.

– Menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

-Melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara.

-Melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara.

TNI AU

2. Pelaksanaan tugas di atas diwujudkan dalam kegiatan operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP) meliputi:

a) Operasi Militer untuk Perang (OMP) terdiri atas :

– Operasi Pertahanan Udara, meliputi kegiatan Operasi Hanud Aktif dan Operasi Hanud Pasif.

–  Operasi Serangan Udara Strategis, meliputi kegiatan Operasi Pengamatan dan Pengintaian Udara Strategis, Operasi Penyerangan Udara dan Operasi Perlindungan Udara.

– Operasi Lawan Udara Ofensif, meliputi kegiatan Operasi Penyerangan dan Operasi Perlindungan Udara.

– Operasi Dukungan Udara, meliputi kegiatan Operasi Penyekatan Udara, Operasi Serangan Udara Langsung, Operasi Pengungsian Medis Udara, Operasi Angkutan Udara, Operasi Patroli Udara, Operasi Pengintaian Udara Taktis, Operasi Pengisian Bahan Bakar di Udara, Operasi Perlindungan Udara, Operasi SAR Tempur, Operasi Pengamanan Alutsista, Operasi Bantuan Tembakan Udara dan Operasi Khusus.

– Operasi Informasi, meliputi kegiatan Operasi Lawan Informasi Ofensif dan Operasi Lawan Informasi Defensif.

b) Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa Operasi Pertahanan Udara, Operasi Dukungan Udara dan Operasi Informasi, dalam rangka :

– Mengatasi gerakan separatis bersenjata.

– Mengatasi pemberontakan bersenjata.

– Mengatasi aksi terorisme.

– Mengamankan wilayah perbatasan.

– Mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis.

– Melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri.

– Mendukung mengamankan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta keluarganya.

– Memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini dalam rangka sistem pertahanan semesta.

– Membantu tugas pemerintahan di daerah.

– Membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang.

– Mendukung mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan asing yang sedang berada di Indonesia.

– Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan.

– Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue).

– Membantu pemerintah untuk pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan.

Pak Johnny

Dalam operasi gabungan, kekuatan militer dan non-militer (sipil) digabungkan jika dalam kondisi darurat perang. Sebab, tidak mungkin menjaga kedaulatan tanah air ini tanpa adanya bantuan dari rakyat Indonesia.

2010-01-05-Eli-HAWK

TNI tidak bisa berdiri sendiri. TNI bisa kuat jika didukung dan dibantu rakyat. Ini mengapa di beberpa negara, ada istilah ‘wajib militer’ bagi warga sipil, seperti Korea misalnya. Warga sipil dalam jangka waktu tertentu wajib mengikuti pelatihan wajib militer ini sebagai antisipasi jikalau negara mendapat serangan dari negara lain. Ini yang belum berlaku di Indonesia. Jika berlaku di Indonesia, bagaimana menurut Anda? 😀 (*)

“Be the best, wherever you are!” Johnny ‘White Lion’ Sumaryana

*Note: Beberapa gambar saya ‘culik’ dari situs resmi TNI AU (http://tni-au.mil.id)

Iklan
Komentar
  1. link berkata:

    salam.ditunggu lanjutannya lagi yah……,sampai selesai,hehehhehehehehe…

  2. dery berkata:

    salam.mas,mana lebih berat,saat di wisma gumati,gunung salak,atau di markas TNI?

    • aeymanusia berkata:

      Hmmm… kalo dinilai secara keseluruhan sebenarnya ketiganya punya karakteristik berbeda mas Dery, tapi jika dilihat dari sisi ‘kesiapan fisik’ menurut saya di TNI lebih berat, karena (di luar sesi materi) kita banyak mengandalkan fisik (dan mental juga tentunya). Sebab, selain dituntut disiplin dan mengatur waktu, kita di sana juga latihan fisik seperti joging, push up, dan PBB (pelatihan baris-berbaris). Bahkan di PK angkatan 3 & 4, mereka juga dilatih fisik ala TNI, seperti merayap di bawah kawat dll. Dan lagi, kadang-kadang pas kita baris, ada yang gak kompak sedikit aja, satu barisan dari depan ke belakang disuruh jalan jongkok sambil nyanyi2 (sebagai hukuman)…haha…Pengen ketawa sendiri kalo inget itu.
      😀
      Akan tetapi, jika semuanya kita jalani dengan ikhlas, insya Allah gak ada yang berat kok mas, coz itu juga buat kebaikan kita juga. 🙂

  3. link berkata:

    mas ada fb?

  4. link berkata:

    salam. belum ada lanjutan postingan yah..hehehehehhe…

    • aeymanusia berkata:

      Hehehe…sabar ya bu…pasti q posting kok, cuma waktunya aja belum cukup.
      masih sibuk nich… (ce elaaah….orsib nie), haha… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s