Hari ke-7 Program Kepemimpinan LPDP 6: Financial Literacy

Posted: September 28, 2014 in Finansial, Kepemimpinan, LPDP, Motivasi
Tag:, ,

Financial Literacy 1Selesai sudah materi menarik yang disampaikan oleh Bapak Warsito P Taruno dengan segala kecanggihan dan penemuan yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kesehatan manusia. Dari beliau kita bisa mengambil contoh riil dari hadis Nabi yang berbunyi: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Sesi satu selesai, coffe break pun dimulai. šŸ˜‰

Untuk sesi kedua pada hari ke-7 Program Kepemimpinan LPDP 6 hari ini adalah materi Financial Literacy. Materi ini kurang lebih berisi tentang bagaimana mengatur sirkulasi keuangan yang baik, terutama bagi pemuda-pemudi yang sedang menempuh beasiswa ini. Hal ini dimaksudkan agar di hari-hari ke depannya nanti para penerima beasiswa LPDP bisa mengalokasikan dana beasiswa yang diterimanya secara tepat dan benar. Selain itu, pembekalan materi ini juga bertujuan agar setelah lulus nanti para awardee mampu menerapkan manajemen keuangan secara efisien dan well prepared.

Ok, now…

How to Manage? : Check Up and Planning

Dalam hidup, manusia membutuhkan berbagai macam fasilitas untuk memenuhi kehidupannya. Terkadang ada orang yang membutuhkan begitu banyak fasilitas tanpa melihat kondisi keuangannya, sehingga keadaan itu sejalan dengan pepatah yang mengatakan ā€˜lebih besar pasak daripada tiangā€™. Artinya, pengeluaran lebih banyak dari pada penghasilan. Karena itu, dengan melihat realitas yang terjadi maka yang harus dibutuhkan oleh seseorang dalam mengimbangi kondisi seperti itu adalah dengan melihat kondisi keuangan terlebih dahulu (financial check up).

Setelah kita mengetahui kondisi keuangan kita yang sebenarnya: apakahĀ sehat ataupunĀ tidak sehat, maka selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyusun rencana keuangan untuk masa mendatang. Dalam menyusun rencana keuangan harus dijelaskan secara detail apa yang ingin kita capai, berapa dana yang dibutuhkan dan kapan kita akan mencapainya. Harus diperhitungkan penghasilan maupun pengeluaran baik yang bulanan maupun tahunan.

Mengatur keuangan tentu tak mudah. Pada suatu waktu mungkin kita bisa menjadi terlalu irit, sedang di waktu yang lain kita bisa terlampau boros. Hal seperti ini tak baik bagi kesehatan keuangan kita, karena nyatanya kita tak bisa menempatkannya secara tepat. Oleh karenanya , ibu Kaukabus Syarqiyah memberikan beberapa pencerahan. Menurut beliau, perencanaan keuangan sangat penting dilakukan secara sistematis dan menyeluruh, karena kebutuhan hidup semakin lama semakin meningkat, sedangkan ketersediaan dana terbatas dan inflasi yang tidak dapat diprediksi. Beliau menambahkan, ada dua hal utama yang perlu diperhatikan dalam merencanakan keuangan, yakni (1) tujuan, serta (2) kapan dana tersebut akan dibutuhkan. Perencanaan itu dapat juga bisa disebut dengan financial planning.

ā€œGenerasi usia 30 sampai 40 tahun merupakan generasiĀ sandwich. Maksudnya, kita masih menopang kebutuhan orang tua, namun kita juga harus membiayai anak dan keluarga sendiri,ā€ ungkap konsultan finansial yang akrab disapa Kiki ini. Fakta ini juga semakin memperkuat bahwa financial planning harus dilakukan agar kelak di masa tua kita bisa mandiri secara finansial dan tidak membebani generasi di bawah kita.

Setelah melakukan check up dan planning sebagaimana diuraikan di atas, maka yang dibutuhkan selanjutnya adalah eksekusi untuk penerapan manajemen keuangan. Semisal dalam menganalisis pengeluaran, perlu diperhatikan bahwa cicilan hutang tidak boleh melebihi 30% gaji; kebutuhan pribadi sebaiknya sebesar 20% gaji saja. Sisanya, sekitar 20-40% dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga, transportasi, kebutuhan anak, kebutuhan keluarga, membayar pekerja yang bekerja pada kita, membayar premi asuransi, biaya kesehatan, dan lain-lain. Selain itu, menabung diusahakan sebesar lebih dari 10% gaji. šŸ™‚

Penyisihan Penghasilan

Mbak Kiki mengingatkan, bahwa banyak orangĀ  yang gagal pada tahap (eksekusi) ini. MerekaĀ  telah merencanakan dengan baik tapi kemudian menunda-nunda pelaksanaannya yang pada akhirnya tidak satupun tujuan keuangannya tercapai.

Investasi? Asuransi?

Pada tahap selanjutnya, mbak Kiki lebih detail menjelaskan mengenai investasi. Sebelum melakukan investasi, ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yakni tujuan investasi, hasil investasi, dan resikonya. Tiga jenis investasi berdasarkan lamanya, yaitu investasi jangka pendek (untuk lima tahun), investasi jangka menengah (untuk lima sampai sepuluh tahun), dan investasi jangka panjang (untuk sepuluh sampai lima belas tahun dan di atas lima belas tahun).

Tabungan dan emas merupakan investasi yang sangatĀ liquidĀ sehingga disarankan sebagai investasi jangka pendek, reksadana dan obligasi baik untuk investasi jangka menengah, sedangkan saham atau pun campuran reksadana-saham adalah untuk investasi jangka panjang.

Terkait asuransi, salah satu kesalahan umum masyarakat indonesia kebanyakan adalah kesalahan dalam mengambil dan menentukan asuransi, sehingga dana yang dikeluarkan untuk asuransi sangat banyak akan tetapi tidak banyak memberikan manfaat. intinya tidak tepat sasaran. Kesalahan ini diakibatkan kecerobohan mengambil asuransi tanpa mengkaji policy-nya secara teliti dan mendetail.

Mbak Kiki menjelaskan, asuransi jiwa sangat tepat bagi orang-orang yang memiliki tanggungan dalam keluarganya. Asuransi kesehatan akan berguna baik bagi mereka yang memiliki tanggungan ataupun tidak memiliki tanggungan. Akan tetapi, para pembeli asuransi kesehatan selayaknya memperhatikan pelayanan apa saja yang disediakan, seperti tipe kamar rawat inap dan lain sebagainya. Bagi mereka yang kesehariannya berkendara di jalan (baik motor ataupun mobil) disarankan untuk menggunakan asuransi kecelakan. Sedangkan untuk asuransi penyakit kritis ditujukan untuk orang berusia di atas 35 tahun, memiliki riwayat penyakit genetis, serta menjalani gaya hidup yang tidak sehat, seperti kebiasan merokok, minum minuman keras, dan pola makan tidak teratur. Selain itu juga bagi masyarakat indonesia yang mau berinvestasi dengan memakai hukum syariah islam, saat ini di indonesia telah berdiri dan berkembang investasi berbasis syariah, sehingga tidak ada lagi keraguan dalam menanam investasi.

Financial Literacy 2

Di bagian akhir presentasi, mbak Kiki memberikan beberapa parameter penting dalam perencanaan keuangan terkait tabungan, cicilan utang, dan pengeluaran. Menurut beliau, tabungan yang ideal adalah minimal 10% dari pendapatan, sedangkan untuk investasiĀ liquidĀ seperti deposito atau emas dianjurkan sebesar empat kali dari total pengeluaran per bulan. Total cicilan utang sebaiknya tidak lebih 30% dariĀ take home pay.

Dus, pengelolaan keuangan merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat modern, karena hal itu akan memberikan efek positif terhadap siklus keuangan, dengan demikian maka ekonomi akan seimbang dan defisit keuangan akan berkurang bahkan hilang sama sekali. Sebagai calon pemimpin yang baik semua peserta calon penerima beasiswa LPDP harus mengerti cara mengatur dan merencanakan keuangan sehingga pada nantinya mampu memanfaatkan dana yang ada. Dana yang disiapkan oleh LPDP dikelola dengan baik dan dialokasikan dengan tepat. (*)

Ā 

*Diolah dari berbagai sumber, terutama blog LPDP6

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s