Hari ke-8 Program Kepemimpinan LPDP 6: Publikasi Ilmiah

Posted: Januari 18, 2015 in LPDP, Pendidikan, Publikasi Ilmiah
Tag:, , , ,

1Masuk hari ke-8, akan ada dua sesi materi yang akan kami dapati. Sesi pertama, adalah materi tentang cara menulis di jurnal internasional yang akan diisi oleh Ibu Prof Hanny Wijaya. Dan yang kedua, sesi yang bagi saya lebih ‘ringan’ dari yang pertama, yakni (sharing session) optimalisasi masa studi yang akan diisi oleh penulis novel best seller trilogi Negeri 5 Menara, siapa dia? Yup, mas Ahmad Fuadi (hampir mirip-mirip nama saya yah 😀 ).

Oke seperti biasa, sebelum materi dimulai kami harus prepare (mandi-mandi, sikat gigi, pakai sabun, shampo de el el). Setelah bersih, sarapan telah siap sedia dan kami diwajibkan menyantapnya ;).

Sarapan selesai dan waktu menunjukkan pukul 07.45 WIB, musik Bara-Bara Bere-Bere telah menggema di ruangan, itu tanda kami sudah harus memasuki ruangan, karena jika telat maka kelompok kami bisa dikurangi nilai kedisiplinannya.

Jam 8 tepat sudah, pintu ruangan ditutup. Bagi yang terlambat ada hukuman dari panitia.

Sebelum masuk ke sesi materi, mari luangkan waktu sejenak untuk menyanyikan lagu kebangsaan kita, lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh mbak Donna, calon awardee Program Magister Jurusan Psikologi dalam negeri.

2

Publikasi Ilmiah

Materi ini akan dibawakan oleh Prof. Dr.Ir. C. Hanny Wijaya, M.Agr. Beliau merupakan sosok dosen IPB berpertasi yang mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya adalah Indonesian 101 Innovations Awards dari Kemenristek. Beliau merupakan Guru Besar Ilmu Pangan di IPB (Institut Pertanian Bogor), juga Dewan Redaksi Teknologi Pangan IPB. Beliau saat ini menjabat sebagai Mitra Bestari di Elsevier (Food Chemistry International Journal).

IMG_4209

Mengawali presentasinya, Prof. Hanny menampilkan slide berita tentang adanya seratus dosen yang teridentifikasi memalsukan karya tulis demi memenuhi kualifikasi atau persyaratan untuk menjadi Guru Besar.  Hal ini sangat memprihatinkan, tidak hanya menyangkut etika ilmiah dan etika profesi, melainkan juga akan berdampak kepada semakin diragukannya kredibilitas manuskrip yang dikirim oleh peneliti atau dosen dari Indonesia ke jurnal internasional.

IMG_4317

Menurut Ibu Hanny, terdapat banyak alasan seseorang melakukan publikasi ilmiah, diantaranya adalah: (1) memenuhi kewajiban, (2) kenaikan pangkat, (3) memperoleh insentif, (4) hobi, (5) mengikuti tren, (6) perintah atasan, (7) tantangan. Hal-hal inilah yang sering menjadi motif bagi siapa saja yang melakukan publikasi ilmiah, tentu tidak terbatas pada itu saja, masih banyak motif lain yang lebih variatif.

IMG_4228

Nah, untuk itu kita harus mengerti fungsi-fungsi dari publikasi ilmiah yang sebenarnya: Pertama, sebagai bentuk pertanggungjawaban, terutama tanggungjawab dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kedua, menjelaskan jati diri alias sebagai media untuk mempromosikan tingkat kepakaran yang dimiliki. Ketiga, kewajiban moral (moral obligation) dari peneliti yang bersangkutan. Keempat, untuk mengurangi duplikasi penelitian. Kelima, dokumentasi. Keenam, sosialisasi data dan fakta. Ketujuh, melestarikan hak atas kekayaan ilmiah. Kedelapan, sekedar mengisi kepuasan batin dari peneliti itu sendiri.

Dalam penulisan karya ilmiah, pemilihan bahasa merupakan hal yang sangat vital. Judul harus eye catching, tidak boleh terlalu panjang dan juga tidak boleh terlalu pendek. Pemilihan kata dalam judul harus tepat dan merepresentasikan isi dari penelitian, tidak boleh terlalu luas, dan jangan menambahkan kata-kata yang tidak berguna. Keyword atau kata kunci sangatlah penting, karena merupakan penciri dari sebuah topik penelitian, juga sebagai sarana agar judul kita mudah terdeteksi di search engine. Keyword bisa lebih dari satu kata, dan setiap kata yang digunakan haruslah mengandung makna.

page

Publikasi sebaiknya dilakukan apabila seorang peneliti atau ilmuan memiliki beberapa hal berikut: (1) Mempunyai data yang akurat, baru dan menarik. (2) Mempunyai suatu temuan yang memang perlu dibagikan. (3) Mempunyai pendapat inovatif. (4) Memberikan rangkuman dari serangkaian penelitian yang telah dilakukan. (5) Sudah mampu mengemukakan pendapat dengan runut dan memadai.

Sebelum melakukan publikasi, seorang peneliti hendaknya melakukan check list terlebih dahulu terhadap beberapa aspek: yaitu data yang tertata dengan baik, ada temuan baru, memiliki sumbangsih penyelesaian masalah, dan harus dipastikan bahwa telah dilakukan penelusuran terhadap hasil terkini pada bidang keilmuan sejenis. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari duplikasi terhadap subyek penelitian yang sama.

Inovasi merupakan hal yang penting. Sebagai contoh, ketika Prof Hanny hendak pergi ke Jepang dan berniat membawa oleh-oleh khas Indonesia. Mau tidak mau, beliau harus membawa makanan yang sekiranya lolos pemeriksaan di bandara, mudah dibawa, ekonomis dan memiliki manfaat. Akhirnya, beliau menciptakan Permen Kayu Putih (cajuput candy).

permen kayuputih

Permen ini telah diujikan di laboratorium Fakultas Kedokteran UI (Universitas Indonesia). Permen ini tidak hanya ekonomis, tetapi juga memiliki banyak manfaat seperti: melegakan tengggorokan, menjaga kebersihan mulut, dan anti sariawan. Meskipun saat pertama kali banyak yang meremehkan, namun Prof. Hanny mengatakan bahwa inovasi tidak harus sesuatu yang kompleks. Hal-hal sederhana pun bisa ditingkatkan daya gunanya sehingga meningkatkan nilai ekonominya, apalagi kayu putih termasuk tanaman asli Indonesia yang sudah digunakan nenek moyang kita secara turun-temurun.

Kembali lagi ke laptop, eh paper. Paper yang akan dipubikasikan perlu dipersiapkan dengan baik. Hal ini penting untuk menghindari penolakan dari jurnal yang dituju. Pengelola jurnal dan editor (biasanya) sangatlah sibuk sehingga tidak menginginkan manuskrip yang tidak berkualitas dan tidak dipersiapkan dengan baik. Tak jarang masa tunggu bisa 3-12 bulan. Untuk itu, peneliti harus mempersiapkan paper dengan baik, salah satunya dengan mengikuti urutan sebagai berikut: (a) Judul, (b) Abstrak, (c) Kata kunci, (d) Batang tubuh yang terdiri dari pendahuluan, metode penelitian, dan hasil temuan serta diskusi, (e) Kesimpulan, (f) Ucapan terimakasih untuk pihak-pihak yang berkontribusi, misalnya pengumpul data ataupun lembaga penyedia dana penelitian, (g) Referensi, dan (h) Data Penunjang.

Setelah panjang lebar Prof. Hanny menjelaskan, kini saatnya tanya jawab pemirsaaaah…!

Tanya JawabTanya jawab 2

Pertanyaan pun dijawab dengan lugas oleh Prof Hanny. Dan sesi pertama pun kiranya sudah dirasa cukup. Saatnya ditutup, dan saatnya memberikan cinderamata 🙂

IMG_4324

Terimakasih Prof, atas ilmu yang sudah diberikan. Dan kini saatnya istirahat, sholat dan makan siaaaaaang 😀

* disarikan dari berbagai sumber di blog angkatan LPDP 6.

Iklan
Komentar
  1. aishahprastowo berkata:

    wahhh.. ini setaun kemarin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s