16 Destinasi Wisata (Terpilih) di Jogja yang Saya Kunjungi sepanjang 2016 (Part 2)

Posted: Desember 31, 2016 in Travelling
Tag:, , , , , , ,

Sebelum melanjutkan cerita tentang lokasi wisata mana saja yang saya kunjungi di sepanjang tahun 2016 ini, saya ingin sedikit menyinggung alasan kenapa saya posting tentang cerita jalan-jalan ini. Sebenarnya, pada awalnya nggak ada rencana sama sekali untuk bikin posting beginian. Nggak ada niatan dari bulan Januari sampai Desember untuk dokumentasiin foto-foto pas jalan-jalan. Nope, sama sekali nggak ada. Lha terus kok bisa?

Iya. Bisa. Ide untuk nulis postingan ini baru muncul tanggal 30 Desember kemaren.

Memang, terkadang atau bahkan seringkali ide, gagasan, ilham, intuisi atau apapun itu muncul secara tiba-tiba tanpa diduga, tanpa disangka-sangka, tanpa dinyana dan tanpa rencana. Ujug-ujug muncul begitu aja tanpa permisi. Mungkin sebagian pembaca ngalamin juga hal beginian, misalnya pas lagi gosok gigi tau-tau dapet ide dan pencerahan gagasan yang sebelumnya nggak terpikirkan. Saya? Sering. Terutama di kamar mandi. Entah kenapa. Bisa jadi karena di kamar mandi otak kita nggak terbebani pikiran yang berat-berat. Suasana rileks ditemani kucuran air keran yang menyejukkan. Pikiran tenang dan pada akhirnya timbullah ide-ide yang bermacam-macam.

Mungkin ini yang disebut orang-orang sebagai “momentum”. Sekali ia datang, jangan pernah disia-siakan.

Well… mari kita lanjut cerita jalan-jalan di Jogjanya.

Sekarang kita memasuki lokasi wisata nomer…

5. Candi Ijo (Sleman)

Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Jogja. Candi ijo ini nggak jauh dari lokasi Candi Ratu Boko, jalur ke lokasinya pun sama, cuma beda jalan masuknya aja.

Candi ijo merupakan kompleks candi tertinggi di Jogja. Posisinya sekitar 425 meter di atas permukaan laut. Kompleks candi ini dinamakan “Ijo” karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. Kalo ngeliat ke arah Barat dari kompleks candi, kita bisa ngeliat pemandangan yang luas termasuk ngeliat naek turunnya pesawat di Bandara Adisucipto. Ntap ~

Di tahun 2016, saya ke Candi Ijo dua kali, yakni bulan Maret sama Mei. Di bulan-bulan itu pengunjung belum ditarikin tarif retribusi, jadi masuknya free. Cukup tulis nama di buku besar daftar pengunjung yang ada di pos satpam. So, kita cuma bayar parkir aja di lokasi parkir yang dikelola warga sekitar. Ke depannya, ada kemungkinan bakal ditarikin retribusi coz ada banyak reruntuhan candi yang direnovasi.

Untuk ke lokasi ini gampang kok. Sama kayak rute mau ke Candi Ratu Boko: dari arah jogja via Jalan Jogja~Solo – Pertigaan Pasar Prambanan (ke kanan/selatan) – terus sampe liat plang Candi Ijo (ke kiri/timur) – mentok ke kanan/selatan – sampe pertigaan yang ada plang kecil “Candi Ijo” (belok kiri/timur) – terus aja (jalan menanjak) sampai ngelewatin Tebing Breksi – terus hingga sampai kawasan Candi Ijo.

Kompleks candi ini juga jadi primadona kala sunset, tapi saya ke sana dua kali pas siang. Lumayan panas. Hahaha…

DCIM100MEDIAimg_20160504_082126_1_1img_20160324_22498DCIM100MEDIADCIM100MEDIAimg_20160515_130716

Selesai dari kompleks candi, mari kita saatnya turun sedikit ke lokasi…

6. Tebing Breksi (Sleman)

Tebing Breksi adalah  bukit bebatuan yang materialnya merupakan endapan abu vulkanik Gunung Api Purba Nglanggeran sejak (mungkin) jutaan tahun lalu. Asal-usul tebing ini bisa pembaca browsing di sumber-sumber yang relevan plus kredibel.

Lokasinya gak jauh dari Candi Ijo di atas, karena berada di satu ruas jalan. Di atas udah saya singgung kalo sebelum kita memasuki kawasan kompleks Candi Ijo, kita ngelewatin Tebing Breksi ini. Kalo dari arah Jogja berarti ada di kiri jalan, sedangkan kalo dari arah Candi Ijo berarti di kanan jalan.

Sepanjang tahun 2016 saya dua kali ke sini, yakni bulan Mei sama November. Terakhir ke sini, retribusinya seikhlasnya, tarif parkir 3 ribu. Jadi, pembaca bisa kasih duit 5 ribu, perinciannya: 3 ribu buat parkir, sisanya untuk retribusi. Mau lebih dari itu juga boleh, kuncinya: yang penting ikhlas.

Bebatuan tebing udah dipola dan diukir sedemikian rupa, sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan yang memesona. Lokasi tebing ini juga sering dipake buat event, baik event budaya, konser musik dan lain-lain. Pemandangan waktu malem juga gak kalah eksotis dengan pemandangan siang, tapi saya ke sini cuma pas siang aja. Alhamdulillah… cukup puas.img_20161118_145435DCIM100MEDIAimg_20160515_165158_1

img_20160515_171933

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

Puas dengan tebing, mari kita beranjak untuk menuju ke…

7. Waduk Sermo (Kulonprogo)

Kalo pembaca sering liat foto-foto orang di lokasi wisata Kalibiru yang hits itu, pembaca pasti bakal lihat background gunung/bukit plus sebuah waduk di tengahnya. Nah, waduk yang ada di background foto rang-orang itulah Waduk Sermo. Dari segi posisi, Waduk Sermo ini memang ada di bawah/selatannya wisata Kalibiru yang populer itu.

Kalo dari kota Jogja bisa memakan waktu 1-1.5 jam perjalanan. Jalan yang dilalui menuju lokasi ini lumayan enak, bukan karena bisa dimakan, tapi karena jalan rayanya yang cukup lebar (Jl. Wates). So, rute yang bisa diambil untuk ke waduk ini adalah dari Jogja – Jalan raya Wates – Patung Kuda (ke kanan) – Alun-alun Wates Kulon Progo – Ke lokasi Waduk Sermo. Jika di pertengahan jalan ragu-ragu, pembaca bisa pilih opsi fifty-fifty atau call a friend, hehehe… berhubung ini bukan kuis, jadi saya sarankan untuk tetap mengaktifkan GPS (Gunakan Penduduk Setempat). Bertanyalah, tidak usah sungkan…

Pemandangan yang asri serta memesona bisa kita dapatkan di sore hari.

img_20160809_165159img_20160809_173054img_20160809_173715_1

img_20160809_164824

Mengitari waduk juga merupakan kepuasan tersediri, kita bakal dimanjakan oleh panorama yang menakjubkan. Nggak percaya? Coba sendiri aja 😀

Dan lokasi kita selanjutnya adalah…

8. Blue Lagoon (Sleman)

Ternyata bukan cuma Islandia aja yang punya Blue Lagoon, Indonesia juga punya, dan lokasinya ada di Jogja.

Blue Lagoon ini merupakan salah satu wisata air di Jogja yang ramai dikunjungin travellers. Lokasinya berada di daerah Ngemplak, Sleman. Kalo pembaca emang hobi renang, ke Blue Lagoon ini adalah tempat yang tepat.

Kalo dari Jogja kota dan naik motor, saya sarankan pembaca untuk lewat jalur Jalan Sambisari (jalan yang mau ke candi sambisari) – sampai Candi Sambisari lewatlah jalan yang mengitari Candi Sambisari persis di sebelah baratnya lalu ke arah utara – lurus terus hingga mentok Jalan Raya Cangkringan – belok kiri ketemu Rumah Sakit Mitra Paramedika – ada pertigaan belok kanan/utara – lurus terus hingga ada plang Blue Lagoon atau Pemandian Tirta Budi di sebelah kanan jalan.

Biaya retribusi sebesar 5 ribu per-hidung.

Posisi lokasinya sebenernya biasa-biasa aja. Orang-orang yang ngeliat sekilas mungkin akan menganggap tempatnya yah… kayak sungai biasanya. Namun, kalo diperhatikan, yang menarik adalah warna airnya yang kehijau-biru-biruan. Selain airnya alami dan menyegarkan, ada banyak ikan kecil-kecil yang dengan mudah kita saksikan lalu-lalang.

img_20160901_142229

Di awal-awal memasuki kawasan Blue Lagoon, ada warga setempat memancing. Lihat airnya, kehijau-biru-biruan.

img_20160901_142754

Rasanya pengen nyeburrrrr

img_20160901_142636

Aernya lumayan dalem yang sisi tengah, kalo pinggiran lebih dangkal dan aman

img_20160901_154813img_20160901_154751

img_20160901_164144_806

Markinang: mari kita renang

Di sini, warga juga nyediain penyewaan ban, pelampung, kacamata renang, peralatan snorkling sama waterproof untuk kamera hp. So, just enjoy your swimming with the low cost.

Sekian dulu untuk Part 2 dari rangkaian vacation saya. Insya Allah kita bertemu lagi di Part 3 as soon as possible. See ya!  😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s