16 Destinasi Wisata (Terpilih) di Jogja yang Saya Kunjungi sepanjang 2016 (Part 3)

Posted: Januari 1, 2017 in Travelling
Tag:, , , , , , , , ,

 

Hai, braders en sisters! Kita ketemu lagi di tahun baru 2017 ini. Udah nulis revolusi… eh resolusi? Udah memanjatkan harapan-harapan positif untuk ke depannya? Udah baikan sama mantan? *halah

Apapun itu, semoga apa yang kalian harapkan and cita-citakan bisa tercapai ya… amin. Kalaupun nggak tercapai, percayalah… Tuhan memiliki rencana yang lebih baik dari yang kita minta. *sok bijak*

Hahahaha…

Well, kita udah memasuki Part 3 dari tetralogi postingan saya tentang highlights 16 tempat wisata yang saya kunjungi sepanjang tahun 2016 kemaren.

Udah siap untuk lokasi wisata selanjutnya? Let’s roll!

9. Pantai Goa Cemara (Bantul)

Tidak jauh berbeda dengan kawasan wisata di Gunungkidul yang menyajikan banyak panorama pantai eksotis di sepanjang wilayahnya, Bantul juga memiliki kawasan gugusan pantai yang terbentang panjang dari Barat ke Timur atau sebaliknya. Salah satunya adalah Pantai Goa Cemara.

Pantai Goa Cemara adalah salah satu destinasi wisata yang belum terlalu lama populer di Bantul. Dari penamaannya, kita sudah menerka-nerka bahwa yang menjadi ikon dari pantai ini adalah “goa” dan “cemara, kalo digabungin jadi “goa cemara”.

Apa itu?

Istilah goa cemara merupakan penamaan pantai yang terinspirasi dari bentuk rangkaian ranting-ranting pohon-pohon cemara udang yang menjadikannya berbentuk seperti goa. Singkatnya, goa yang terbentuk dari ranting pohon cemara. Duh, nulis gitu aja ribet. 😀

Nih, penampakannya:

pantai-goa-cemara-2-afifahnurdianaputri-blogspot-com_

Sumber: http://yogyakarta.panduanwisata.id/

goa-cemara-yogya

Sumber: http://wisataku.net/

Namun, waktu saya mengunjungi pantai ini dan menanyakan lokasi goa cemaranya kepada salah satu ibu-ibu penjual di warung pantai, ternyata goanya udah nggak ada. Pantes aja, saya cari nggak nemu-nemu. Kata ibunya, udah ilang. Hiksss 😦

Betewe, katanya sih cemara yang memenuhi kawasan pantai ini merupakan jenis cemara udang. Saya juga kurang begitu paham dengan jenis-jenis cemara yang ada di dunia. Mungkin pembaca ada yang tempe tahu?

Rute ke pantai ini cukup melintasi Jalan Bantul – lurus terus masuk Jalan Samas – sampai ketemu plang Pantai Goa Cemara (belok kanan/barat) – mentok (belok ke kiri/selatan) – mentok lagi (belok ke kanan/barat lagi) – sampai perempatan belok aja ke kiri/selatan nanti pos retribusinya udah keliatan. Untuk retribusinya seinget saya 4 ribu rupiah. Parkirnya kisaran 2-3 ribu. Murah kok.

Karena dipenuhi banyaknya pohon cemara udang, pantai ini pun tetap terasa sejuk walau saat siang sekalipun. Jadi, pembaca kalo ke sini nggak usah khawatir kulitnya jadi item, atau repot-repot bawa sunblock. Tenang aja, pembaca bisa duduk di sisi mana saja di kawasan pantai yang sangat rindang ini. Belum lagi angin lautnya, wuuuussshhhh.

Saran saya, kalo memang mau piknik ke sini, terutama kalo rombongan rame-rame, jangan lupa bawa tikar. Kalo nggak punya tikar ya koran bekas nggak apa-apa. Sebab, dengan membawa alas sendiri, pembaca bisa duduk bersantai sambil menikmati suasana pantai yang rindang. Ntap ~~

Dan inilah dokumentasi-dokumentasi saya:

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Tiga kali saya ke tempat ini: dua kali bulan Maret dan sekali di bulan November. Kebetulan, pas bulan November di pantai ini ada event Grebeg Suro. Yakni, prosesi syukuran warga masyarakat Bantul atas karunia yang Tuhan berikan di sepanjang tahun dengan membuat gunungan yang kemudian nanti dikeroyok warga untuk dijadikan rebutan, tentunya setelah diarak dan didoakan. Seru! Waktu itu event ini juga dihadiri oleh Bupati Bantul.

Ini gunungannya!

Setelah rebutan gunungan, mari kita beranjak menuju…

10. Menara Pantai Pandansari (Bantul)

Menara Pantai Pandansari Bantul merupakan mercusuar yang terdapat di salah satu sudut Pantai Pandansari. Lokasi Pantai Pandansari dan Menara ini nggak jauh dari lokasi Pantai Goa Cemara yang kita kunjungin di atas. Lokasinya bersebelahan.

Menara ini bebas dikunjungi wisatawan untuk foto-foto. Panoramanya oke punya. Kita akan disuguhkan pemandangan hamparan pohon-pohon cemara yang bersandingan dengan pantai laut selatan. Kalo pohon-pohon cemara  itu aja bersandingan, lha kamu kapan? *eaaa

Naik ke menara ini kita cukup membayar retribusi 5 ribu rupiah.

Menara ini memiliki 8 lantai yang harus kita tapaki melalui tangga yang berputar. Namun, tangga di lantai terakhir bukanlah tangga berputar, melainkan tangga biasa yang harus kita panjat. Tiga kali saya naik ke menara ini, udah ada dua teman saya yang nggak berani naek di tangga terakhir, walaupun pada akhirnya mau juga setelah dipaksa-paksa, disemangati dengan yel-yel sedemikian rupa, dan dinyanyikan mars Perindo 😀

Kek begini tangga ke-8 nya…

psx_20160121_084108

Sumber: https://evangepeng.blogspot.co.id/

Tapi, capeknya naik menyusuri tangga menara ini akan terbayarkan lunas dengan eksotisme pemandangan yang josss.

Life is too short to be afraid…

Jpeg

img_20161002_184242img_20161002_140052img_20160326_084938

Capek menyusuri menara, kami pun turun. Sesampainya di parkiran, saya iseng nanya ke warga yang jaga parkir: “Pak, kalo kami mau foto-foto di kebun buah naga itu boleh nggak?”

“Oh, boleh, mas. Monggo…”

Kami pun menapaki jalan menyusuri kebun-kebun hingga masuklah ke kebun buah naga di sebelah menara. Kebun ini keliatan kok kalo kita noleh ke arah timur dari atas menara. Tuh, di foto-foto atas juga ada.

Here we go!

Setelah puas menyusuri kebun buah naga, mari kita menikmati asiknya Jogja di pagelaran…

11. Sekaten (Alun-alun Utara) 

Udah pernah ke sekaten di Jogja? Tahu apa itu sekaten?

Saya? Alhamdulillah udah pernah. Hmmm… tahu apa itu sekaten juga sekedarnya 😀

Kalo kita bertanya kepada mbah wiki tentang sekaten itu apa, maka mbah wiki akan menjawab: Sekaten atau upacara Sekaten berasal dari kata Syahadatain (dua kalimat syahadat). Sekaten merupakan acara peringatan ulang tahun nabi Muhammad SAW yang diadakan pada setiap tanggal 5 bulan Mulud (Jawa) atau Rabiul Awal (Hijriah) di Alun-alun utara Surakarta dan Yogyakarta. Upacara ini dahulu dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.

Di 2016, jika saya tidak keliru menghitung, sekaten diadakan selama 25 hari. Durasi ini lebih pendek dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bahkan bisa mencapai 45 hari. Semua tentunya tergantung pada keputusan Pemkot dan Keraton Yogyakarta.

Secara kasat mata, perayaan sekaten sebenernya nggak jauh berbeda dengan “pasar malem” di banyak tempat dan daerah yang menyuguhkan banyak orang berjualan dan wahana-wahana yang bisa dinikmati baik oleh anak-anak maupun orang dewasa, seperti kora-kora, komidi putar, wahana ombak dan lain-lain. Namun, bedanya tentu saja terletak pada landasan filosofis dan tujuan diadakannya sekaten sebagaimana saya singgung di atas.

Adapun sedikit dokumentasi yang bisa saya share di antaranya:

img_20161118_200034

img_20161118_194025

Kora-kora, tarif 8 ribu aja

img_20161118_195402

Please, don’t try to do thing like that guy at your home

img_20161118_194449

Di antara banyak wahana, saya cuma nyoba kora-kora aja. Tarif 8 ribu per-badan.

Pagelaran Sekaten ini dipuncaki oleh Grebeg Mulud yang dilaksanakan di hari terakhir. Ulasan tentang Grebeg Mulud nanti akan saya share di Part 4 😉

Sebelum ke Part 4, masih ada satu destinasi lagi, yaitu…

12. Pantai Kukup (Gunungkidul)

Pantai Kukup merupakan salah satu pantai eksotis yang ada di gugusan pantai Gunungkidul. Travelling di Jogja nggak sah kalo belom ke (salah satu) pantai di Gunungkidul. Ce’ileeeeh…

Berbeda dengan gugusan pantai yang ada di Bantul (seperti Parangtritis, Parangkusumo, Depok, Cemara Sewu, Goa Cemara dan juga Samas) yang pasirnya berwarna gelap, Pantai-pantai di Gunungkidul pasirnya berwarna cerah, yakni putih kekuning-kuningan. Selain itu, yang khas dari pantai di Gunungkidul adalah bibir pantainya yang dipenuhi terumbu karang, sehingga sangat sulit untuk digunakan berenang. Kebanyakan pengunjung hanya menikmati pemandangan, foto-foto, dan sekedar bermain air di pinggiran.

Untuk dapat sampai ke pantai ini nggak sulit. Dari Jogja, pembaca bisa melewati Jalan Wonosari – Piyungan – Patuk – Wonosari – Jalan Baron – Pertigaan mau masuk Pantai Baron (belok kiri/timur) – Pantai Kukup di sebelah kanan/selatan jalan. Perjalanan dari kota Jogja sekitar 1.5 jam.

Retribusinya 10 ribu per-hidung sewaktu kita memasuki kawasan pantai-pantai Gunungkidul. Nanti di pantai-pantainya cukup bayar parkir aja. Jadi, kalo semisal saya mengunjungi Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, dan Pantai Drini sekaligus, saya cukup bayar retribusi 10 ribu, nanti di pantai-pantai itu saya nggak perlu bayar lagi, cukup bayar parkir aja. Murah, bukan? 🙂

DCIM100MEDIAimg_20161119_112535img_20161119_120445img_20161119_120416img_20161119_121122DCIM100MEDIA

Di salah satu sudut pantai ini ada salah satu resort yang menawarkan pesona menawan dari salah satu tebing karang yang menghadap ke pantai. Namanya: Inesya Resort. Karena awalnya penasaran, saya pun memutuskan pergi ke sana. Nggak perlu keluar dari area pantai, pembaca bisa menyusuri pinggiran pantai ke arah Barat, nanti di atas tebing bakal keliatan ada resort plus kolam renangnya.

Namanya juga resort, yang ditawarin pastilah penginapan dengan segala fasilitasnya. Tapi kalo pembaca cuma sekedar mau mengabadikan momen dengan foto-foto, maka pembaca dipersilahkan masuk dengan cuma-cuma. Cuma-cuma? Iya, cuma-cuma… cuma bayar 25 ribu T_______T

Mahal ya? Hmmm… mahal atau nggak kayaknya relatif ya. Ada yang bilang segitu kemahalan, tapi bagi yang dompetnya tebel ya kagak 😀

Let’s see…

img_20161119_134114DCIM100MEDIAimg_20161119_134249img_20161119_145512

What do you think? Interested? Coba deh…

Tak terasa kita sudah sampai di penghujung Part 3… Terimakasih banyak bagi pembaca yang sudah berkenan menyimak hingga bagian ini. Insya Allah untuk kelanjutannya, yakni Part 4, akan saya rangkai secepatnya.

Selamat berlibur… selamat mencoba untuk menjelajahi Jogja!

😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s