Arsip Penulis

Finally, kita sampai di rangkaian terakhir  dari tetralogi postingan travelling saya yang me-review 16 tempat wisata di Jogja. Silahkan pembaca yang menilai sendiri, mana saja tempat wisata yang menurut pembaca wajib, recommended, penasaran atau ya… sekedar mengunjungi untuk jalan-jalan mengisi liburan. It’s okay, semua tergantung selera dan minat masing-masing.

Nggak berbeda dengan 3 part sebelumnya, bagian ke-4 ini juga akan menyuguhkan 4 destinasi wisata di Jogja yang saya kunjungi di tahun 2016 kemarin.

Di tahun ini (2017) atau di tahun-tahun yang akan datang, tentu ada beberapa hal yang (mungkin) akan berbeda dengan beberapa informasi yang saya paparkan, mungkin (lebih…)

Iklan

 

Hai, braders en sisters! Kita ketemu lagi di tahun baru 2017 ini. Udah nulis revolusi… eh resolusi? Udah memanjatkan harapan-harapan positif untuk ke depannya? Udah baikan sama mantan? *halah

Apapun itu, semoga apa yang kalian harapkan and cita-citakan bisa tercapai ya… amin. Kalaupun nggak tercapai, percayalah… Tuhan memiliki rencana yang lebih baik dari yang kita minta. *sok bijak*

Hahahaha…

Well, kita udah memasuki Part 3 dari tetralogi postingan saya tentang highlights 16 tempat wisata yang saya kunjungi sepanjang tahun 2016 kemaren.

Udah siap untuk lokasi wisata selanjutnya? Let’s roll! (lebih…)

Sebelum melanjutkan cerita tentang lokasi wisata mana saja yang saya kunjungi di sepanjang tahun 2016 ini, saya ingin sedikit menyinggung alasan kenapa saya posting tentang cerita jalan-jalan ini. Sebenarnya, pada awalnya nggak ada rencana sama sekali untuk bikin posting beginian. Nggak ada niatan dari bulan Januari sampai Desember untuk dokumentasiin foto-foto pas jalan-jalan. Nope, sama sekali nggak ada. Lha terus kok bisa?

Iya. Bisa. Ide untuk nulis postingan ini baru muncul tanggal 30 Desember kemaren.

Memang, terkadang atau bahkan seringkali ide, gagasan, ilham, intuisi atau apapun itu muncul secara tiba-tiba tanpa diduga, tanpa disangka-sangka, tanpa dinyana dan tanpa rencana. Ujug-ujug muncul begitu aja tanpa permisi. Mungkin sebagian pembaca (lebih…)

Hai, pembaca blog yang budiman dan budiwati. Lama kita tidak bersua di blog yang sederhana ini. Terhitung sudah lebih dari setahun saya nggak posting di blog ini. Terakhir posting adalah bulan agustus 2015. Saking sepinya dari postingan, sampe-sampe blognya banyak sarang laba-laba TT__TT

 

But, life must go on. Cerita kehidupan harus terus berlanjut. Suka-duka harus kita jalani. Kita??? Hmmm… Elu aja kali. Hahahahahaha.

Sorry… sorry… becanda. Tadi cuma intermezzo aja, soalnya si empunya blog ini lama banget nggak ngeblog, jadi tambah nggak jelas tulisannya  😀

Well, kembali ke laptop.

(lebih…)

“Agama dan nasionalisme bukanlah dua kutub yang berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan.” KH Hasyim Asy’ari.

Sebagai salah seorang yang pernah menimba ilmu di Jombang, tentu saya sangat senang ketika mendengar kabar bahwa Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini diselenggarakan di Jombang. Bukan saja karena saya pernah nyantri di sana, melainkan juga karena ada harapan besar yang disematkan kepada semua pihak yang turut menggawangi NU di masa kini dan yang akan datang. Tentunya, saya sadar bahwa penetapan lokasi Muktamar yang ke-33 (tiga puluh tiga) ini bukan tanpa alasan, para stakeholders sudah mempertimbangkan secara matang terkait kesiapan Jombang sebagai tuan rumah dalam gelaran 5 tahun sekali itu, baik secara antropologis, sosiologis, bahkan filosofis. Sehingga, (lebih…)

Sumber: jogja.co

Sumber: jogja.co

“Duh, macet banget ya. Nggak kayak waktu aku pertama kali dateng ke Jogja beberapa tahun lalu, masih lengang banget” ucap seorang gadis yang kebetulan sedang saya antar pulang untuk kembali ke kosannya, sebut saja Nana (bukan nama samaran, eh).

Apa yang diucapkan oleh Nana, sebenarnya hanyalah ungkapan-ungkapan reflektif tanpa pretensi terkait keadaan sekelilingnya, di salah satu ruas jalan kota yang ‘katanya’ istimewa: Jogja. Jogja merupakan kota ke-sekian yang pernah saya tinggali (dalam jangka waktu yang agak lama), untuk saya pelajari dan saya serap nilai-nilai luhur kebudayaannya.

Sebagaimana lumrahnya anak muda yang datang ke Jogja, keperluan saya di kota ini juga tidak jauh-jauh dari aktifitas kampus, yakni kuliah. Kuliah di Jogja tentu punya warnanya tersendiri, terutama bila dibandingkan dengan (lebih…)

Buku bukan Tugu

Posted: April 9, 2015 in Buku, Pendidikan
Tag:, ,

Buku mengisi jam-jam kita yang kosong dengan percakapan yang mungkin tak akan pernah selesai, tapi membuat kita tahu: kita hanyalah penafsir tanda-tanda, di mana kebenaran menerakan jejaknya. Itu sebabnya kata pertama yang menakjubkan adalah: “BACALAH”. Goenawan Mohamad

Siapa tak mengenal Yogyakarta? Dari Sabang sampai Merauke tidak ada manusia Indonesia yang menafikan eksistensi sebuah kota istimewa yang bernama Yogya (baca; Jogja). Orang mengenal Yogya sebagai Kota Pendidikan, dan itu benar. Ada banyak kampus yang berjejalan dan berderet di Kota Gudeg ini, mulai dari yang negeri sampai swasta, dari bermutu tinggi hingga yang biasa saja. Belum lagi sebutan ‘miniaturnya Indonesia’ yang disematkan pada kota ini, Yogyakarta menjadi kota yang dianugerahi keistimewaan oleh Tuhan. (lebih…)

IMG_4342Sesi ini merupakan sesi yang (bisa dibilang) lebih ‘ringan’ daripada sesi sebelumnya. Kenapa? Karena di sesi ini, kita kedatangan tamu istimewa yang hendak berbagi (to share) pengalaman hidup beserta perjalanan panjangnya selama studi, baik di dalam maupun di luar negeri. Dia merupakan salah satu penulis novel bestseller tanah air, yang telah melalang buana ke berbagai negara, bukan karena dia anak orang kaya, melainkan karena prestasi dan dana beasiswa. Pengalaman hidupnya telah membuktikan bahwa: barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka akan berhasil. Man jadda, wajada.

Dia adalah: (lebih…)

1Masuk hari ke-8, akan ada dua sesi materi yang akan kami dapati. Sesi pertama, adalah materi tentang cara menulis di jurnal internasional yang akan diisi oleh Ibu Prof Hanny Wijaya. Dan yang kedua, sesi yang bagi saya lebih ‘ringan’ dari yang pertama, yakni (sharing session) optimalisasi masa studi yang akan diisi oleh penulis novel best seller trilogi Negeri 5 Menara, siapa dia? Yup, mas Ahmad Fuadi (hampir mirip-mirip nama saya yah 😀 ).

Oke seperti biasa, sebelum materi dimulai kami harus prepare (mandi-mandi, sikat gigi, pakai sabun, shampo de el el). Setelah bersih, sarapan telah siap sedia dan kami diwajibkan menyantapnya ;).

Sarapan selesai dan waktu menunjukkan pukul 07.45 WIB, musik Bara-Bara Bere-Bere telah menggema di ruangan, itu tanda kami sudah harus memasuki ruangan, karena jika telat maka kelompok kami bisa dikurangi nilai kedisiplinannya.

Jam 8 tepat sudah, pintu ruangan ditutup. Bagi yang terlambat ada hukuman dari panitia.

Sebelum masuk ke sesi materi, mari luangkan waktu sejenak untuk (lebih…)

Financial Literacy 1Selesai sudah materi menarik yang disampaikan oleh Bapak Warsito P Taruno dengan segala kecanggihan dan penemuan yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kesehatan manusia. Dari beliau kita bisa mengambil contoh riil dari hadis Nabi yang berbunyi: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.

Sesi satu selesai, coffe break pun dimulai. 😉

Untuk sesi kedua pada hari ke-7 Program Kepemimpinan LPDP 6 hari ini adalah materi Financial Literacy. Materi ini kurang lebih berisi tentang bagaimana mengatur sirkulasi keuangan yang baik, terutama bagi pemuda-pemudi yang sedang menempuh beasiswa ini. Hal ini dimaksudkan agar di hari-hari ke depannya nanti para penerima beasiswa LPDP bisa mengalokasikan dana beasiswa yang diterimanya secara tepat dan benar. Selain itu, pembekalan materi ini juga bertujuan agar setelah lulus nanti para awardee mampu menerapkan manajemen keuangan secara efisien dan well prepared.

Ok, now… (lebih…)