Archive for the ‘Indonesia’ Category

“Agama dan nasionalisme bukanlah dua kutub yang berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan.” KH Hasyim Asy’ari.

Sebagai salah seorang yang pernah menimba ilmu di Jombang, tentu saya sangat senang ketika mendengar kabar bahwa Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini diselenggarakan di Jombang. Bukan saja karena saya pernah nyantri di sana, melainkan juga karena ada harapan besar yang disematkan kepada semua pihak yang turut menggawangi NU di masa kini dan yang akan datang. Tentunya, saya sadar bahwa penetapan lokasi Muktamar yang ke-33 (tiga puluh tiga) ini bukan tanpa alasan, para stakeholders sudah mempertimbangkan secara matang terkait kesiapan Jombang sebagai tuan rumah dalam gelaran 5 tahun sekali itu, baik secara antropologis, sosiologis, bahkan filosofis. Sehingga, (lebih…)

IMG_3125Kami rehat sejenak (break) setelah materi pertama yang disampaikan oleh Bapak Aqua Dwipayana selesai. Snack pun lagi-lagi menjadi sasaran empuk kami. Hahaha… 😀

Setelah ini adalah materi kedua yang akan diisi oleh Bapak Letkol ‘White Lion’ Sumaryana, S.E. Saya kurang paham juga kenapa beliau menambah julukan pada namanya sebagai ‘White Lion’, sebab beliau juga tidak menjelaskannya kepada kami sewaktu mengisi materi. Hmmm… akan tetapi, tafsiran sementara saya begini: White Lion jika diartikan harfiah, maka berarti ‘Singa Putih’. Jike ditelisik dari sifat dan karakteristiknya, (lebih…)

Di ruang PSJ UIHari kedua (Kamis, 3 Oktober 2013) dalam Program Kepemimpinan ini adalah materi ‘di luar’ Gumati. Kalau hari pertama kami full materi di Hall of Gumati, sekarang kami akan mendapatkan 2 materi besar: Bedah Film ‘Merah Putih’ di Gedung Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia (PSJ UI) Depok, dan Company Visit ke Bank Tabungan Negara Jakarta. Akan tetapi, untuk materi kunjungan ke BTN akan saya posting setelah posting materi bedah film ini.

***

Kami berangkat dari Wisma Gumati di Bogor pukul 06.18 WIB dan sampai di Gedung PSJ UI sekitar pukul 07.43 WIB. (lebih…)

Tanggal 21 November adalah merupakan hari pohon sedunia. Hari yang seharusnya mengingatkan kita akan pentingnya pohon dan tumbuhan di muka bumi. Mengingat, pohon dan tetumbuhan yang ada di bumi pertiwi semakin terkikis jumlahnya karena digantikan oleh gedung-gedung pencakar langit yang membuat atmosfer bumi menjadi semakin panas. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, sebagaimana data yang dilansir oleh Kementrian Perhutanan, DKI jakarta merupakan wilayah dengan luas hutan paling sedikit di antara kota atau daerah lain, yakni ‘hanya’ (lebih…)

Indonesia… Aku Mencintaimu

Posted: November 22, 2012 in Indonesia

Indonesia, adalah ibu yang melahirkanku. Ibu yang membesarkanku dengan penuh kasih sayang. Karena ia, memberiku asupan gizi yang cukup dengan sayuran yang melimpah. Tumbuh-tumbuhan di sana-sini. Dan sejauh mata memandang, warna hijau tak terkirakan. Ia beri aku protein dari hasil ternak yang tak pernah habis. Sehingga diriku menjadi kuat tak terkikis.

Indonesia, memberiku keleluasaan menyinggahi setiap lekuk tubuh indahnya. Elok nian. Begitu banyak tetangga yang iri, sehingga selalu saja penasaran dan ingin pula menyinggahi. Bahkan, sampai mengklaim bahwa apa yang lahir dari Ibu Pertiwi adalah milik tetangga itu. Betapa tak tahu dirinya (lebih…)

Prolog (Tentang) Tunas Bangsa

Masa muda, masa yang berapi-api…” ujar sang Raja Dangdut, Bang Haji Rhoma Irama dalam salah satu lagunya yang berjudul ‘Darah Muda’. Potongan syair itu meyakinkan saya bahwa masa muda adalah masa ‘keemasan’ di mana seseorang memiliki semangat yang berkobar-kobar bagaikan api. Masa muda tak akan datang dua kali. Sekali ia terlewatkan, maka tak ada kata untuk kembali. (lebih…)

Indonesiaku, Indonesia Bebas Korupsi

Posted: November 14, 2012 in Indonesia

Image

Sebuah Satire

Seorang pemuda berkeinginan melamar pekerjaan di sebuah lembaga, akan tetapi penerima lamaran menggerak-gerakkan tangannya sebagai isyarat: jika ingin diterima sebagai pegawai maka harus ada ‘pelicin’ sebagai kompensasinya. Spontan, sang pemuda beranjak pergi sembari mengumpat: dasar rampok! Beberapa saat setelah ia keluar kantor itu, ia tersandung sesuatu. Tanpa sadar ternyata yang ia sepak adalah sebuah lampu jin. Sang jin pun keluar. Ia berkata: (lebih…)