Archive for the ‘Refleksi’ Category

“Agama dan nasionalisme bukanlah dua kutub yang berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan.” KH Hasyim Asy’ari.

Sebagai salah seorang yang pernah menimba ilmu di Jombang, tentu saya sangat senang ketika mendengar kabar bahwa Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini diselenggarakan di Jombang. Bukan saja karena saya pernah nyantri di sana, melainkan juga karena ada harapan besar yang disematkan kepada semua pihak yang turut menggawangi NU di masa kini dan yang akan datang. Tentunya, saya sadar bahwa penetapan lokasi Muktamar yang ke-33 (tiga puluh tiga) ini bukan tanpa alasan, para stakeholders sudah mempertimbangkan secara matang terkait kesiapan Jombang sebagai tuan rumah dalam gelaran 5 tahun sekali itu, baik secara antropologis, sosiologis, bahkan filosofis. Sehingga, (lebih…)

Iklan
Sumber: jogja.co

Sumber: jogja.co

“Duh, macet banget ya. Nggak kayak waktu aku pertama kali dateng ke Jogja beberapa tahun lalu, masih lengang banget” ucap seorang gadis yang kebetulan sedang saya antar pulang untuk kembali ke kosannya, sebut saja Nana (bukan nama samaran, eh).

Apa yang diucapkan oleh Nana, sebenarnya hanyalah ungkapan-ungkapan reflektif tanpa pretensi terkait keadaan sekelilingnya, di salah satu ruas jalan kota yang ‘katanya’ istimewa: Jogja. Jogja merupakan kota ke-sekian yang pernah saya tinggali (dalam jangka waktu yang agak lama), untuk saya pelajari dan saya serap nilai-nilai luhur kebudayaannya.

Sebagaimana lumrahnya anak muda yang datang ke Jogja, keperluan saya di kota ini juga tidak jauh-jauh dari aktifitas kampus, yakni kuliah. Kuliah di Jogja tentu punya warnanya tersendiri, terutama bila dibandingkan dengan (lebih…)

Secuil Refleksi Ramadan

Posted: Juli 21, 2013 in Agama, Refleksi

“Ramadan bulan suci katamu, kau menirukan ucapan Nabi atau kau telah merasakan sendiri kesuciannya melalui kesucianmu.” Gus Mus, dalam sajak Nasihat Ramadan.

GambarIni adalah Ramadan. Bulan penuh berkah dan ampunan. Di bulan ini, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, sedangkan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Setan dibelenggu. Dan manusia, dituntut menahan nafsu.

Tak ada yang lebih indah dibanding bulan Ramadan; bulan yang di dalamnya terdapat 1000 keajaiban; bulan yang di dalamnya terdapat 1000 keberkahan; bulan yang di dalamnya terdapat malam, yang lebih mulia dari 1000 bulan.

Alangkah dahsyatnya Ramadan, hingga junjungan kita Rasulullah SAW menyabdakan: andaikata umatku tahu apa yang ada di dalam Ramadan, niscaya mereka akan berharap bahwa (bulan-bulan) sepanjang tahun adalah Ramadan. Sayangnya, kita terlampau awam untuk menyelami keindahan Ramadan. (lebih…)

Bukan Pahlawan

Posted: November 22, 2012 in Refleksi

Aku bukan pahlawan berparas tampan

sayap-sayap pupus terbakar

salah benar semua pernah kulakukan

agar gelas kita bersulang

Superman Is Dead (Bukan Pahlawan)

Beberapa waktu yang lalu kita memperingati Hari Pahlawan, tepatnya pada 10 November (entah kita benar-benar ingat atau tidak). Hari dimana semangat berkobar Bung Tomo dkk untuk mengusir penjajah, yang sebelumnya telah mendapat fatwa atau bahasa kerennya ‘resolusi jihad’ dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang mengatakan bahwa setiap laki-laki yang berada pada radius + 80 km dari Surabaya wajib mengangkat senjata. Dan hingga kini peristiwa itu menjadi sebuah catatan sejarah yang akhirnya menjadi salah satu hari peringatan nasional. (lebih…)

HARI YANG TAK PERNAH KU TAHU (160791)

Posted: September 27, 2010 in Refleksi

Ada yang berkata: “Satu hal yang pasti dalam hidup ini adalah ketidakpastian”. Ya, alur cerita hidup ini tak pernah pasti. Tak pernah bisa divonis dengan hitungan matematis atau perkiraan-perkiraan yang tak memiliki sandaran. Juga tak pernah bisa menafikan: bahwa inilah kenyataan! Senyata manusia nyata yang hidup (bukan manusia maya), senyata manusia menghirup udara, senyata manusia berkata atau bahkan senyata seorang pujangga memegang tangan kekasihnya.

Tak pelak, seorang manusia bertanya  -aku ini siapa? Mengapa aku ada? Bertanya tentang eksistensi dan epistemologi tentang dirinya. Tentang sebuah wujud utuh dari kesatuan bagian-bagian tubuh (lebih…)